Ngaku Wartawan, Peras Kades, Ditangkap Usai Terima Uang

29

BOJONEGORO (kabarjawatimur.com),- Polisi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menangkap seorang yang mengaku wartawan karena diduga memeras seorang kepala desa (kades).

Pelaku mengaku sebagai wartawan di salah satu media mingguan, berinisial LSJ (48) yang dilaporkan oleh Suryadi (46) Kepala Desa Battal Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo karena melakukan tindak pemerasan terhadap dirinya, Sabtu (10/12).

Kronologis kejadian bermula saat Suryadi Kepala Desa Battal didatangi oleh LSJ bersama rekannya ke rumah sang Kades. LSJ menunjukkan foto copy ijazah dan menuding ijazah atas nama Suryadi adalah palsu.

Suryadi pun berusaha menjelaskan, jika ijazah itu asli. Bahkan telah dilegalisir dan disahkan oleh Kepala Sekolah dan Kantor Depag Situbondo. Dengan memperlihatkan ijasah yang telah di legalisir, namun LSJ tetap kukuh mengatakan jika ijasah Suryadi palsu.

Baca Juga  Kegiatan Rutin Kecamatan Kepohbaru, Konferensi Kades di Desa Mojosari

Setelah pelaku LSJ mengatakan ijazah korban palsu, tersangka mengancam korban. Jika tidak memberikan uang Rp 15 juta, LSJ akan melaporkannya ke Polda Jatim.

Loading...

Setelah merasa di peras, Suryadi diam-diam menghubungi pihak Polsek Panji, dan saat pria tersebut sudah menerima uang sebesar Rp 5,1 juta dari korban, polisi langsung menangkapnya di lokasi kejadian.

Kapolsek Panji AKP Hariyono membenarkan adanya tangkap tangan seseorang yang mengaku wartawan usai menerima dan pulang dari rumah Kades Battal. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 5,1 juta, satu unit sepeda motor jenis Suzuki Smash Nopol P 2265 ED, sebuah kartu pers media “G”, 2 buah kartu pers ” T” dan selembar surat keterangan tugas dari kantor sebuah media Mingguan.

Baca Juga  Sayembara Design Logo Hari Jadi Sumenep Diperpanjang

“Tersangka dan barang bukti kita amankan di Mapolsek Panji untuk kepentingan penyidikan dan masih dalam pemeriksaan penyidik,” ujar AKP Haryono

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan tersangka akam dijerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHP, tentang pemerasan disertai ancaman.

”Selanjutnya kami akan komunikasi dengan perusahaan media dimaksud sesuai dengan yang tercantum di ID Card. Apa benar yang bersangkutan merupakan jurnalisnya,” pungkas AKP Haryono.

Reporter: Tim, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKapolrestabes Hadiri Gerakan Sholat Shubuh Akbar
Artikulli tjetërWBA Speed Reading Diminati Pelajar dan Masyarakat Umum

Tinggalkan Balasan