Ngaku Istri Pejabat, Emak-Emak ini Tipu Warga Banyuwangi Hingga Puluhan Juta

654
Emak emak saat di ekspose di Mapolresta Banyuwangi (FOTO:Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Entah apa yang merasuki S (55). Emak-emak asal Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi ini diduga melakukan penipuan kepada warga dengan modus memberikan pinjaman uang milyaran rupiah kepada korbanya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dari laporan sejumlah korban, kasus penipuan ini bermula adanya perempuan mengaku sebagai istri pejabat di Banyuwangi.

Para korban mengaku tergiur dengan janji manis lantaran akan memberikan pinjaman uang 5 miliar dengan syarat harus menyetorkan uang jaminan deposito sebanyak Rp. 72,5 juta kepada pelaku.

“Untuk melancarkan aksinya jika pelaku bisa mencairkan uang pinjaman sebesar Rp 5 miliar, kedua belah pihak membuat surat kesepakatan,” ucap Arman Asmara, Senin (29/6/2020).

Baca Juga  Gugus Tugas Banyuwangi Akan Gelar Patroli Untuk Kembali Disiplinkan Warga

Nyatanya, masih Arman, setelah uang jaminan deposito Rp. 72,5 juta disetorkan, dan batas waktu pinjaman Rp 5 miliar yang dijanjikan, uang tersebut tidak kunjung dicairkan oleh pelaku.

Loading...

“Sadar menjadi korban penipuan, akhirnya para korban melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian,” katanya.

Terhitung, untuk sementara ini korbannya ada enam orang. Setelah uang jaminan itu sudah disetorkan pelaku, tetapi uang pinjaman 5 miliar tidak diberikan. Total kerugian para korban kurang lebih Rp 90 juta.

“Dari hasil penyidikan, ternyata uang yang disetorkan para korban ini digunakan pelaku untuk keperluan pribadi, dan sebagian ditransferkan ke orang lain,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, sebuah handphone, satu bandel akta perjanjian, dua lembar bukti slip transfer para korban ke pelaku, uang tunai sisa hasil penipuan senilai Rp. 455 ribu.

Baca Juga  Nenek Halimah Akan Eksekusi Tanah HGB Lokasi Bangunan Belakang Vionata Genteng Banyuwangi

“Dan barang bukti selanjutnya, sebuah buku rekening beserta kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), serta satu bandel bukti transfer para korban,” pungkasnya.

Atas perbuatan, pelaku dijerat atas dugaan tindak pidana penipuan, dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau 372 KUHP, pelaku diancaman pidana maksimal 4 tahun penjara. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan