Nenek Tewas Gantung Diri Dibawah Jembatan

47

BOJÓNEGORO (Kabarjawatimur.com) -Tahun baru 2017 ini menjadi mencekam bagi warga Kecamatan Sekar. Bagaimana tidak hari pertama tahun ini diwarnai dengan berita duka lantaran ditemukan seorang warganya yang tewas gantung diri di bawah jembatan, Minggu (01/01/2017).

Sekira pukul 06.00 WIB, warga Dusun Gayam Desa Klino Kecamatan Sekar digegerkan dengan penemuan mayat Sutini (67), warga setempat. Sutini ditemukan tewas gantung diri di bawah jembatan dusun setempat.

Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Suparyo (49), anak korban. Selanjutnya penemuan ini dilaporkan ke kantor Mapolsek Sekar.

Dari anak korban menyebutkan bahwa sebelumnya, sekira pukul 05.00 WIB, korban sempat diketahui sedang mondar-mandir di sekitar jembatan. Sejam kemudian korban ditemukan sudah tewas dengan kondisi tergantung di bawah jembatan.

Baca Juga  Panglima Jilah Pastikan Pasukan Merah Suku Dayak Kawal Jokowi Satu Komando

“Pagi tadi korban kelihatan gelisah jalan mondar-mandir di dekat jembatan. Selanjutnya karena korban tidak segera kembali ke rumah keluarga mencari dan ternyata korban sudah meninggal,” ungkap Suparyo sesenggukkan saat memberi keterangan kepada petugas.

Loading...

Kepala Kepolisian Sektor Sekar, AKP Supriyo bersama dengan anggota dan Tim Medis Puskesmas Sekar segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban.

Korban ditemukan tergantung di bawah jembatan dengan menggunakan tali tampar plastik yang diikatkan ke besi pipa jembatan.

“Korban meninggal dengan ciri-ciri korban menggunakan daster warna biru bunga-bunga, menggunakan sandal jepit warna kuning dan rambut lurus diikat,” terang AKP Supriyo.

Hasil pemeriksaan luar menyatakan korban meninggal dengan tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga  Bocah 4 Tahun di Surabaya Tercebur Dalam Sumur

“Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Korban yang sudah berusia tua menderita sakit katarak dan sering sakit-sakitan. Diduga korban gantung diri karena tidak kuat menahan sakitnya,” ungkap AKP Supriyo.

Selanjutnya pihak keluarga tidak menghendaki untuk di lakukan otopsi. Keluarga kemudian membuat pernyataan tidak dilakukan otopsi dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun karena menyadari bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.

Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagai mana mestinya.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMahalnya Biaya Wisata Lumpur di Sidoarjo
Artikulli tjetërJalur Wisata Bojonegoro-Nganjuk Padat Merambat

Tinggalkan Balasan