JEMBER, (kabarjawatimur.com) – Ketua PCNU Jember KH. Abdullah Syamsul Arifin divonis ditindak tegas Satgas Covid-19 Pemkab Jember.

Tokoh masyarakat yang terbukti melakukan pelanggaran protokol kesehatan sesuai Instruksi Mendagri, sehingga divonis bersalah oleh hakim.

Sebelum ditindak, beredar luas foto acara pernikahan anak perempuan seorang tokoh masyarakat yakni Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab. Dalam foto itu nampak keluarga besar berdiri berjejer bersama tanpa protokol kesehatan yakni menjaga jarak maupun memakai masker.

Penelusuran di lapangan cara pernikahan itu digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari pada Rabu (28/7/2021) lalu.

Adanya bukti pelanggaran protokol kesehatan di tengah masa PPKM tersebut membuat aparat penegak hukum dari Gugus Tugas Penanganan Covid19 Jember meliputi Satpol PP, TNI dan Polri akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menggelar sidang di tempat. Hakim kemudian memvonis bersalah Gus Aab dengan hukuman 15 hari penjara atau membayar denda senilai Rp 10 juta.

Namun, Gus Aab akhirnya lebih memilih membayar denda daripada menjalani hukuman kurungan atau penjara.

Bupati Jember Hendy Siswanto yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 Jember didampingi Kapolres dan Dandim saat rilis media, Jumat sore (30/7/2021) menyampaikan, pihak Satpol PP, TNI dan Polri akan memberlakukan aturan dengan tegas dari Instruksi Mendagri.

Baca Juga  Bupati Jember Dukung Ponpes Assuniyah Al Jauhari Bangun BLK

“Pada tanggal 28 Juli di Bangsalsari tepatnya di Pondol Pesantren Darul Arifin di Kecamatan Bangsalsari, disana ada pernikahan yang sepertinya tidak mematuhi protokol kesehatan. Tanggal 29 setelah kita cek, sudah dilakukan tindakan, Satpol PP TNI dan Polri bergerak ke lokasi acara, dan telah dilakukan penyidikan. Insyaallah hari ini sudah dilakukan sidang dan harus diputuskan. Jelas putusannya yakni denda Rp 10 juta atau pidana kurungan selama 15 hari. Jadi kedepan kita harus berhati-hati dan tanggungjawab terhadap pandemi covid19,” tandas Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (30/7/2021).

Loading...

Dia juga mengatakan, jangan lihat dendanya, lebih dari itu adalah persoalan kematian akibat pandemi covid19. Kedepan pihaknya berharap, PPKM Level 4 di Jember bener dilaksanakan dan serius dalam melindungi rakyat dan menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Insyaallah masyarakat Jember tahu aturan semua, jangan coba-coba, saat ini ikuti protokol kesehatan. Saya selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 Jember akan melaksanakan tugas, aturan itu akan saya lakukan betul pada masyarakat. Intinya disitu, bukan lain-lain,” tegasnya.

Baca Juga  Duh! Perempuan-Perempuan Desa di Jember Jadi Korban Begal Payudara

Selain Gus Aab, Gugus Tugas Covid19 juga tengah melakukan penyelidikan terhadap satu tokoh masyarakat juga seorang dokter.

“Jadi jika benar melakukan pelanggaran maka akan ditindak oleh petugas dan dilanjutkan ke persidangan,” ujarnya.

Dia juga menegaskan kembali pada masyarakat Jember terkait lemberlakuan PPKM Level 4.

“Mohon bantuan agar masyarakat mengikuti dan menaati oemerintah terhadap prokes 5M. Hanya itu ikhtiar kita dalam mengatasi pandemi,” terangnya.

Awalnya, PPKM permulaan tiga pekan lalu di Jember kata Bupati Hendi masih toleransi terus. Namun yang terjadi akibatnya pandemi covid19 masih tinggi dan berharap semua harus sama-sama bertanggung jawab dalam mengatasi wabah virus mematikan ini.

Hingga kini persebaran covid19 terbaru menyebutkan, ada 160 kasus positif baru, 45 pasien sembuh dan 20 warga meninggal dunia.

Ironisnya meski Covid-19 telah banyak membuat warga menderita sakit dan meninggal dunia, masih banyak tokoh masyarakat yang tidak percaya sehingga berpengaruh pada masyarakat awam. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaKolonel Irwan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Kodim Pasuruan
Berita berikutnyaJelang Subuh, Stand Pasar Loak Terbakar

Tinggalkan Balasan