Nekat Bacok Teman SD, ini Alibi Pelaku

26

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Reo Saputro, (36) asal Jalan Pulo Tegalsari Gg. V Surabaya ini nekat menganiaya teman Sekolah Dasar (SD), karena menyimpan dendam.

Pelaku itu membacok korban Iwan Fauzi, beberapa kali menggunakan pedang panjang yang mengakibatkan korbannya warga Karangrejo Sawah Surabaya mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

Kapolsek menunjukkan pedang berlumuran darah

Reo tega membacok hingga akan menghabisi korban itu bermula ketika pelaku ini menjenguk kakaknya yang menjalani hukuman di Lapas Medaeng karena tersandung kasus narkoba.

Disana, dia menerima aduan dari kakaknya jika yang melaporkan ke Polisi adalah teman SD pelaku Reo. Berbekal cerita tersebutlah akhirnya pelaku nekat mencari guna membunuhnya.

“Dia (Korban) yang menjabak kakak ke penjara. Kakak tertangkap narkoba dan katanya korban yang melaporkannya ke Polisi,” kata pelaku Reo.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Banyuwangi Terapkan WFH dan Batasi Operasional Pertokoan
Loading...

Kapolsek Wonokromo Surabaya Kompol I Gede Suartika didampingi Kanit Reskrim Iptu Risty Tanto mengatakan, pelaku dan Asep Sugianto Alias Antok (DPO), sebelum melakukan pembacokan mereka lebih dulu minum minuman keras. Setelah mabuk, keduanya mencari korban ditempat tinggalnya.

Untuk motifnya yakni dendam, setelah mendapat aduan dari kakaknya yang di penjara Medaeng. Pelaku yang berjumlah 2 orang dalam keadaan mabuk mendatangi rumah korban sambil membawa parang

Setelah sampai TKP, istri korban diancam dengan menggunakan parang. Karena takut maka oleh Istri korban di tunjukan keberadaan korban sedang berada di kamar mandi sedang memandikan kedua anak korban yang berusia 2 dan 4 tahun.

“Tanpa banyak bicara, pelaku Reo langsung membacok korban secara membabi buta dihadapan anak korban yang berumur 2 dan 4 tahun,” kata Gede Suartika, Kamis (14/6/2018).

Baca Juga  Wakapolda Jatim Terkesan dengan Kemajuan Banyuwangi

Pelaku yang bernama Asep memegangi korban dari belakang dengan maksud agar korban tidak kabur. Usai puas melakukan aksi kedua kabur untuk menyelamatkan diri.

Berbekal laporan korban dan juga mengetahui ciri-ciri pelaku, satu dari dua pelakunya berhasil dibekuk pada, Rabu (13/6/2018), di rumah salah satu keluarganya di Surabaya.
Sementara pelaku Asep masih dalam pengejaran.

Barang bukti yang disita, 1 bilah senjata tajam jenis Parang yang berlumuran darah, 1 buah celana jeans milik korban yang berlumuran darah.

Kini pelaku mendekam di dalam penjara Polsek Wonokromo, Polrestabes  Surabaya dan terancam dipenjara diatas 5 tahun.

Teks foto : Pelaku pembacokan diapit Kapolsek dan Kanit Reskrim Wonokromo.

Reporter : Ekoyono
Editor : Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan