Museum Muhammadiyah Tempurejo Jujugan Warga Berwisata

203

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Sejak diresmikan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof DR H Syafiq A Mughni MA sekaligus memperingati Milad Muhammadiyah ke-107 pada 17 November lalu, keberadaan museum Muhammadiyah di Jalam Tempurejo 2 yang lokasinya satu komplek dengan Masjid Baiturrahman, semakin diminati warga Surabaya.

Museum Muhammadiyah Tempurejo
Museum Muhammadiyah yang setiap hari selalu dikunjungi oleh warga juga anak-anak sekolah.

Terbukti, museum yang berisi tentang sejarah berdirinya ormas Muhammadiyah dibuktikan dengan dokumen foto-foto ini selalu menjadi jujugan warga Surabaya ketika rekreasi di Pantai Ria Kenjeran maupun ke Jembatan Suroboyo. Setiap hari, puluhan pengunjung datang ke museum ini.

“Paling tidak keberadaan museum baru tentang Muhammadiyah ini, membuat saya penasaran. Makanya, usai salah Dzuhur, saya sempatkan untuk melihat-lihat isi museum,” ujar Yusuf Elyas, warga Dupak Bangunsari, Kecamatan Krembangan, Rabu (11/12/2019).

Loading...
Baca Juga  SK Kenaikan Pangkat PNS, Bupati Bojonegoro Harapkan Peningkatan SDM

Selain pengunjung umum, museum juga dikunjungi oleh para guru dan pelajar SD, SMP dan SMA di Surabaya. Dengan mengunjungi museum, para siswa bisa belajar dan banyak tahu tentang informasi pergerakan persyarikatan Muhammadiyah yang dimotori KH Ahmad Dahlan bersama Nyai Siti Walidah.

Dalam museum itu banyak ditampilkan koleksi foto-foto para pejuang pergerakan Muhammadiyah, foto pengurus pimpinan pusat (PP) sejak dari awal, pimpinan wilayah Jatim, pimpinan daerah Surabaya, pimpinan cabang Mulyorejo, foto kegiatan masjid, kaligrafi, foto sejarah Muhammadiyah, aneka piala, buku perpustakaan sampai sejarah tentang lambang Muhammadiyah.

Untuk mencari lokasi museum ini tidaklah sulit. Museum berada di bawah menara Masjid Baiturrahman tepatnya di Jalan Tempurejo pojok perempatan lampu merah. Menara masjid nampak mencolok lantaran memiliki ketinggian mencapai 50 meter.

Baca Juga  Saat ini, Polisi Kembali Gencar Lakukan Patroli Keramaian, Warkop dan Cafe

Ketua Takmir masjid Drs H Imam Ghozali MM mengaku selalu berusaha untuk berinovasi dan berbenah agar masjid menjadi daya tarik wisata religi bagi para domestik lokal maupun mancanegara. Museum dibuka pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Pengunjung juga disediakan air minum gratis.

“Karena masjid ini berdekatan dengan tempat wisata Kenjeran, itu alasan kita mendirikan wisata museum ini,” ujar Ghozali.

Reporter: Boy
Editor: Rizky Rahim

Loading...
Artikulli paraprakIni Lokasi SPBU Yang Jual BBM Ilegal Bersubsidi
Artikulli tjetërSindikat Pengedar Narkoba dan Obat Terlarang di Banyuwangi Dibongkar, 5 Pelaku Diringkus

Tinggalkan Balasan