Mokong, Hari Kedua Razia Tim Pemburu Marker Jaring Ratusan Pelanggar

147
Sidang pelanggar yang terjaring Tim Huter Covid-19

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Tim Hunter Covid-19, dari Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo dibawah komando Polda Jatim melakukan razia dihari kedua, Kamis (17/9/2020).

Operasi Yustisi malam hari tersebut menyasar Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, 2 (tim) ini dibagi sesuai wilayah masing-masing dimulai pada pukul 20.00 WIB yang diberangkatkan langsung oleh Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya dari Korem 084/BJ.

Untuk sasaran pada malam tersebut tetap sama, yakni tempat-tempat yang disinyalir sebagai klaster baru seperti, warung kopi (warkop) serta pengguna jalan raya baik sepeda motor dan juga mobil.

Ratusan pelanggar protokol kesehatan itu nantinya langsung mendapatkan tindakan tegas dari Tim Hunter. Mereka yang melanggar diangkut, dilakukan penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sampai dilakukan sidang di tempat. Sidang sendiri difokuskan di satu titik yakni di Graha Tirta, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga  Wonosari Wetan Surabaya Geger, Satu Warganya Bersimbah Darah

Menurut Kapolda Jawa Timur melalui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnua Andiko menyebutkan, tim yustisi Covid-19 hunter dibagi 2 (dua), baik yang bersifat stasioner, yaitu tempat-tempat yang berpotensi atau yang sudah berdasarkan analisa, klaster baru seperti cafe, maupun warkop.

Loading...

Sedangkan bersifat mobile yakni patroli yang kemudian didapat yang nantinya dikumpulkan disatu lokasi dimana pelanggar akan dilakukan sidang di tempat.

“Tim Yustisi dari Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo akan menyasar lokasi yang dianggap sebagai klaster baru, seperti Cafe, Warkop serta dilakukan operasi yustisi keliling,” sebut Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (17/9/2020).

Sidang terbuka sendiri menghadirkan hakim untuk dilakukan sidang di tempat. Seperti sidang Tipiring, semua ini melandasi pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 dan Pergub nomor 53 tahun 2020 termasuk Perwali dan Perbup.

Baca Juga  Tas Diduga Bom Gegerkan Kantor Kelurahan Pacar Kembang Surabaya

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah menambahkan, masih ada sebagian masyarakat yang belum sadar mentaati peraturan protokol kesehatan.

Upaya operasi yustisi ini cukup bagus, sebagai upaya pendisiplinan protokol kesehatan. Nanti pada suatu saat akan dilakukan operasi yustisi 24 jam.

“Banyak masyarakat yang belum sadar akan protokol kesehatan covid-19, upaya operasi yustisi ini cukup bagus sebagai upaya pendisiplinan protokol kesehatan,” tutup Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah.(*)

Reporter : Eko

 

Loading...

Tinggalkan Balasan