Modus Baru, Bandar Sabu Gunakan Anak Untuk Kurir

46
Para pelaku diamankan polisi

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Wisma Leces yang terletak di jalan Cimanuk No 29-31 Surabaya dijadikan tempat pesta sabu. Bukan hanya itu, para bandar juga melakukan perekrutan kepada anak dibawah umur yang akan dijadikan kurirnya. Kejadian ini terungkap, pada Sabtu (1/10/2016) sekitar pukul 16.30 WIB. Polisi awalnya mengira para korbannya yang masih anak-anak tersebut adalah korban penyekapan, berdasarkan laporan dari ibu salah satu korbannya.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dony Adityawarman mengatakan, petugas menemukan korban FN dan tiga rekannya yang masih di bawah umur yakni BL (16), DN (16), DH (17) berada dalam sebuah kamar bersama dua orang dewasa yakni Budianto (26) warga Jl.Dukuh Pakis dan satu orang lagi Yulianto (DPO) Jyang kabur saat petugas datang.

Korban dan tersangka Budi diamankan petugas untuk dimintai keterangan, dari keterangan tersebut, petugas melakukan pengembangan hingga mendapati kurir anak dibawah umur yang lainnya yakni FS (16) GL (16) dan RF (17).
Dari ketiga kurir tersebut petugas memancing tersangka lain yang merupakan bandar penyuplai barang haram itu, yakni M. Hajir (35) warga Jl.Dukuh Pakis, dan Hengky Purnomo (36) warga Jl. Kupang Panjaan,keduanya berhasil diamankan petugas di sekitar Jl. Raya Dukuh Pakis Surabaya.

Loading...
Baca Juga  How to Get a Pay For Essay

“Petugas yang menggrebek wisma tersebut menemukan korban bersama tiga orang rekannya yang masih dibawah umur juga dewasa, dan mendapati beberapa poket sabu beserta alat hisap,” kata Dony.

Dony melanjutkan, kepada petugas para tersangka ini mengakui jika tengah menyiapkan para anak dibawah umur untuk dijadikan kurir pengiriman sabu. Bahkan selama berada dalam wisma tersebut, mereka dicekoki sabu hampir setiap hari.

“Para korbannya akan dilakukan rehabilitasi”, imbuh Dony, kepada kabarjawatimur.com, Rabu (5/10/2016).

FN, salah satu korban mengaku jika sebelum mengenal tersangka Budi dan Yulianto, dia sudah pernah menggunakan sabu. Siswi kelas 2 SMA ini juga mengaku sudah setahun mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Sudah pernah pakai sabu, ketagihan dan akhirnya mau diajak di wisma itu,”aku gadis berusia 16 tahun itu.

Baca Juga  Dua Anggota Pesilat Diamankan Polisi, Bawa Sajam

Dari penggerebekan dan pengembangan kasus ini, petugas berhasil mengamankan 10 poket sabu dengan berat kurang lebih 16,43 gram, 4 buah pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu dengan berat 5,6 gram, 1 butir pil warna putih merk Resochin 250 gram, 3 buah bong, 1 timbangan elektrik, 2 pipet kaca, 2 skop dari sedotan, 1 plastik klip, 6 buah HP, 2 buah dompet serta uang tunai senilai 500 ribu.

Tersangkanya akan dijerat pasal 114, 112 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakElemen Jurnalis Malang Tolak Liputan HUT TNI
Artikulli tjetërBayi Malang Mengambang di Sungai

Tinggalkan Balasan