‘Modalku’ Apps Berikan Pinjaman Modal UMKM Hingga Rp 2 Milyar Tanpa Agunan

49

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Pionir FinTech (financial technology) peer-to-peer ‘Modalku’ memperluas jangkauan layanannya ke Surabaya setelah Jabodetabek dan Bandung sebagai perusahaan permodalan berbasis digital aplikasi smartphone android mulai Rp 1juta sampai Rp 2 Milyar.

“Modalku adalah sebuah perusahaan platform online yang menghubungkan UKMK yang butuh dana dengan pemberi pinjaman dana. Secara jaringan bisnis ini sudah melayani di 3 negara Singapura, Malayasia dan Indonesia dengan total Rp 450 Milyar kebutuhan pinjaman dana,” ujar Iwan Kurniawan, Co-Founder dan C00 Modalku, Rabu (14/06/2017).

Sejak tahun 2016, kata Iwan, Modalku mendukung pasar UMKM di Indonesia sudah sekitar Rp 183,4 Milyar di wilayah Jabodetabek dan Bandung. Dan di Surabaya baru akan melakukan penetrasi pasar dengan segmen pelaku UMKM. Untuk bunga yang diberlakukan flat per tahun, di kisaran 17-18% tanpa agunan.

Sumber dana Modalku sendiri, disebutkan diperoleh dari 20 ribu investor online yang sudah tergabung. Sebab, fokus pertumbuhan growth bisnis start up, Iwan optimis tumbuh sampai double digit per bulan atau sekitar 6-8 kali per tahun.

Baca Juga  Saat ini, Polisi Kembali Gencar Lakukan Patroli Keramaian, Warkop dan Cafe

Selain itu, menurut Iwan total dari sumber dana Modalku diperoleh dari 20 negara lebih semakin memudahka pertumbuhan pelaku usaha baru berkembang dengan usahanya. Yang jelas, kita bukan pesaing perbankan, namun mejadi mitra bisnis. Apalagi di Indonesia Modalku juga sudah mendaftarkan diri dan langsung diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai perusahaan swasta permodalan.

Loading...

“Kalau di Indonesia masih dari kalangan pengusaha lokal non perbankan. Jadi, sebebnarnya ini bukan hal yang baru untuk memanfaatkan teknology digital. Di Cina sudah 3000 player dengan platform sama. Nah dari segi system sendiri Modalku tetap komitmen menumbuhkan jumlah UMKM Indonesia lebih maju dari rilis data Kemenkop yang sudah lebih dari 56 juta,” jelasnya.

Dari data itu, disebutkan sekitar 60.3% dari pendapatan negara dan mempekerjakan 97% dari tenaga kerja nasional. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu permasalahan utama UMKM Indonesia adalah kurangnya akses terhadap modal usaha dan pendanaan. Sektor yang paling kompetitif mendapat pinjaman Modalku bervariatif mulai perdagangan, trading, makanan dan minuman, dagang online serta elektronik serta bidang transportasi.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

“Prinsipnya, tanpa modal, UMKM sulit meningkatkan kapasitas usahanya atau mengembangkan produk yang mampu bersaing di pasar. Sesuai dengan visi Modalku, kami berkomitmen untuk memberdayakan UMKM lokal dan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia.” pungkasnya.

Cara untuk mengajukan pinjaman kredit online di modalku, pengguna smartphone android cukup download di playstore dan mengigsi data kelengkapan identitas seperti NPWP,KTP dan surat usaha dan lokasi usaha yang mendukung.

“Semua serba online, mudah dan proses cepat sesuai persyaratan dengan system yang sudah lolos verifikasi pendanaan firma venture capital baik global dan regional maupun Asia Tenggara dengan risk management yang bisa di control. Bahkan NPL bisa sampai 0,004% dengan mengandalkan system menekan fraud dan resiko operasional lebih terlindungi,” tutup Iwan.

Reporter:Kjt-01
Editor: Budi
Publisher: Guawan

Loading...
Artikulli paraprakJelang Lebaran,Bupati Suyoto Sidak Harga Di Pasar-Pasar Tradisional
Artikulli tjetërPanen Semangka Dibulan Ramadhan Jadi Berkah Tersendiri Bagi Warga Desa Ngoken

Tinggalkan Balasan