Misteri Takmir Masjid di Gresik Ternyata Dibunuh Anak Tirinya

144
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga saat menginterogasi tersangka Dayat.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Misteri kematian H Asykuri (76) warga Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik akhirnya terkuak. Pengurus takmir masjid di desanya ini ternyata dibunuh oleh anak tirinya, Muh Mas’udi Hidayatullah alias Dayat (24) warga Dusun Grogol, Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Gresik.

Pelaku merupakan napi kasus curanmor yang baru saja bebas pada 14 Mei lalu melalui program asimilasi. Dia tega menghabisi nyawa ayah tirinya karena kesal ibunya ditelantarkan dan tidak dinafkahi saat pelaku mendekam di Rutan Cerme, Gresik.

“Saya kesal karena saat berada di tahanan ibu saya tidak diberi penghidupan yang layak. Sebenarnya kedatangan saya ke rumah ayah tiri hanya ingin memastikan hubungan ibu saya,” ucap Dayat di hadapan polisi dan awak media, Selasa (22/7/2020).

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menjelaskan, kasus pembunuhan ini awalnya tidak dilaporkan ke polisi. Sebab, pihak keluarga menganggap kematian korban wajar. Namun ada warga yang curiga dengan fisik korban yang bersimbah darah saat pertama kali ditemukan.

Baca Juga  Masuk Kamar Kost Cewek, Ini yang Dilakukan Pria Surabaya

“Warga yang curiga dengan kematian korban akhirnya melapor. Kami lalu menindaklajuti dengan melakukan penyelidikan secara intensif. Dimulai dengan pembongkaran makam, autopsi jasad korban dan pemeriksaan para saksi,” tuturnya.

Loading...

Rupanya, penyelidikan pun mengarah pada keterlibatan anak tiri korban. Karena saat itu pelaku sempat terlihat bertamu ke rumah korban. Begitu diamankan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Penyidik lalu menetapkan pelaku sebagai tersangka.

“Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 351 ayat 3 tentang pembunuhan. Dengan ancaman hukuma maksimal 15 tahun penjara. Yang bersangkutan adalah seorang napi yang baru bebas asimilasi pada 14 Mei lalu,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban pertama kali ditemukan terkapar bersimbah darah di depan pintu kamarnya pada 6 Juli 2020. Pada wajah korban juga terdapat beberapa luka lebam. Oleh pihak keluarga, korban disemayamkan seperti pada umumnya.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

Peristiwa ini terkuak usai beberapa warga dan tetangga curiga dengan kematian korban yang tidak wajar. Termasuk adanya bekas darah yang tercecer di lantai dan seprai kasur korban. Warga yang curiga lalu melaporkan ke polisi.

Begitu menerima laporan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, Dayat akhirnya diamankan saat bertamu di daerah Bungah, Gresik, pada Minggu (19/7/2020) malam. Keesokan harinya, Senin (20/7/2020) polisi dibantu tim DVI Polda Jatim melakukan pembongkaran makam dan autopsi di pemakaman desa.

Setelah proses autopsi, polisi bergerak cepat dengan mengerahkan tujuh penyidik untuk memeriksa para saksi di Balai Desa Serah. Begitu terkumpul bukti dengan dikuatkan pengakuan pelaku, polisi akhirnya menetapkan Dayat sebagai tersangka. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakSudah 11 Kantor Polsek Disidak Kapolda Jatim Dalam Masa Pandemi
Artikulli tjetërPejabat Pemkab Jombang Positif Covid-19

Tinggalkan Balasan