Miris, Bayi Ditelantarkan Orang Tuanya Lantaran Cacat

29
Kondisi Bayi saat Dirawat di RSUD Syamrabu

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Seorang bayi perempuan ditelantarkan orang tuanya di RSUD Syamrabu Kabupaten Bangkalan. Kabarnya Orang tua yang melahirkan tidak mau mengakui bayi itu lantaran kondisinya yang cacat.

Kini, bayi berumur 15 hari itu menjalani perawatan medis lantaran menderita NA+Absest Parietal+Multiple Kongenital Anomali+Sepsis atau otak bayi hanya dilindungi selaput otak bukan tulang tengkorak. Bahkan, selaput otak yang berfungsi melindungi sudah pecah.

Kondisi bayi sangat lemah akibat penyakit yang dideritanya. Petugas rumah sakit terus berupaya mengobati bayi tersebut. Namun, pengobatan terhadap bayi itu belum optimal lantaran terkendala alat medis yang belum memadai.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, bayi awal mulanya diantarkan seorang perempuan ke rumah sakit yang berada di jalan Pemuda Kaffa Junok Bangkalan pada tanggal 30 Desember 2019 lalu. Setelah diantarkan, perempuan yang diduga Tante-nya meninggalkan bayi itu begitu saja.

Petugas rumah sakit ber-plat merah itu belum mengetahui secara pasti alamat orang tua bayi tersebut. Namun, besar dugaan rumah orang tuanya berada di Kelurahan Kraton Kecamatan Bangkalan.

Baca Juga  RS Dr. Sutomo Terbakar, Sempat Panikkan Pengunjung

“Kami tetap berupaya melakukan pengobatan yang terbaik untuk bayi ini, tapi alat medis yang ada belum memadai,” ujar Azis, Kepala Humas RSUD Syamrabu Bangkalan, Kamis (16/1/2020).

“Yang ngantar bayi ini ke IGD kabarnya bibi-nya, jadi bayi ini tidak lahir disini, tapi lahir diluar,” imbuhnya.

Loading...

Petugas rumah sakit telah berencana merujuk bayi itu ke rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dengan harapan dapat ditangani dengan baik lantaran alat medis yang tersedia sangat mendukung untuk mengobati bayi berumur 15 hari itu.

Namun, langkah belum bisa dilakukan lantaran terkendala administrasi. Menurut Aziz, tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas bayi tersebut. Seharusnya, kata Azis, jika bayi sudah ditelantarkan pihak keluarga, Dinas Sosial mengambil tindakan untuk memperlancar proses pengobatan bayi.

Baca Juga  Pernah Didatangi Satpol PP, Club Pajamas Diduga Langgar Perwali No 33 Tahun 2020

“Kalau dibebankan ke kita untuk merujuk, itu bukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) rumah sakit kalau kita memaksa itu tidak prosedural, tapi kita akan membantu menyiapkan ambulance dan perawat yang mendampingi,” kata dia.

Oleh karena itu, Azis berharap Dinas Sosial Kebupaten Bangkalan mengambil tindakan terhadap pasien karena kondisinya sangat parah. Selain itu, pihak keluarga jangan menelantarkan bayinya itu begitu saja.

“Mari orang tua, Dinsos dan kami rumah sakit bersama-sama merawat dan mengobati anak ini,” tandasnya.

Sementara, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Bangkalan, Ahmad Riyadi mengklaim bahwa, pihaknya sudah berulang kali mengecek kondisi bayi itu. Selain itu telah memberikan rekomendasi untuk biaya pengobatannya.

“Dinsos sudah memberikan rekom untuk pengobatan di rumah sakit, selanjutnya panti sudah siap menunggu kondisi bayi dalam kedaan baik,” ungkapnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...

Tinggalkan Balasan