Mesin Kopi RSI Jemursari Rugikan Keluarga Pasien

284

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Bisnis makanan dan minuman merupakan usaha dagang yang cukup mengiurkan untuk hasil laba yang diperolehnya.

Contohnya untuk bisnis berjualan Kopi, makin merebaknya warung kopi yang bisa menghasilkan keuntungan cukup mengiurkan bukan hanya untuk penjual kopi tradisional (warkop), namun juga penjualan kopi secar otomatis.

Box warna biru merupakan mesin kopi yang kerap mengalami kerusakan
Box warna biru merupakan mesin kopi yang kerap mengalami kerusakan
Penjualan kopi dengn mesin kopi secara otomatis tanpa mengunakan tenaga manusia. secara otomatis melayani pembeli kopi dengan cara menyodorkan uang kertas untuk dimasukan ke sela penjepit input uang lalu menombol jenis kopi yang diingginkan dengan catatan sesuai jumlah uang yang telah dimasukan di sela penjepit input uang.

Namun ternyata untuk mesin kopi otomatis tersebut rentan dengan kecurangan alias sedikit banyak para pembeli kopi dengan cara tersrbut akan mengalami kerugian bila ternyata untuk mesin kopi tersebut mengalami kerusakan.

Kerusakan mesin kopi otomatis tersebut terjadi di RSI jemursari, Surabaya.
Hanya hitungan 30 menit saja mesin kopi otomatis berhasil menelan uang sebesar Rp.25 ribu milik penjenguk pasien.

Diketahui ada 2 mesin kopi otomatis yang berada di samping Costamer Care dan ruang tunggu UGD Rumah Sakit Jemursari.
Pada Minggu (8/10/2017) dini hari 00.15 WIB, 3 penjenguk dan keluarga pasien secara bergantian memesan kopi mengunakan mesin otomatis.

Loading...
Baca Juga  Jajal Mobil Listrik, Bupati Jember Merasa Nyaman

Untuk pemesan pertama mengunaka mesin yang berada di ruang tunggu UGD, dengan memasukan uang Rp.10.000 di input uang lantas laki laki tersebut memilih dengan menombol milo dinggin, tapi yang aneh malah keluar air dan es batu tanpa ada Milo nya.

Mendapatkan pesanan minuman tidak sesuai yang di ingginkan lantas laki laki tersebut mempertanyakan ke reseptionis ruang UGD, wanita salah satu petugas UGD memberikan keterangan bahwa mesin itu memang kadang eror namun biasanya tidak.

Dilanjutkan juga seorang laki laki bernama Yanto asal Surabaya, karena mengantuk menunggu pamanya yang berada di ruang ICU, lantas Yanto mencari kopi hangat.
Karena waktu menunjukan pukul 00.20 WIB ternyata koprasi atau kantin RSI Jemursari sudah tutup, sehingga memutuskan untuk menukar uang dari satuan Rp.50.000 menjadi pecahan Rp.20.000 dan Rp.10.000 ke satpam, guna membeli kopi di mesin otomatis.

Kalau Yanto beda, membeli kopinya di mesin otomatis samping Costemer Care RSI Jemursari.
Uang Rp.10.000 dimasukan di input uang dan di tombolnya Capucino Hot.
Namun Yanto kaget karena gelas yang berada di mesin kopi tersebut tidak ada namun air panas adonan kopi keluar.
“Apa mesin ini rusak ya, kalau rusak kenapa tidak di off kan saja? Atau diberi tulisan keterangan rusak, saya rugi hilang 10 ribu,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Sumringah, Proyek JUT Selogabus Tuban Sesuai Progres

Dengan kejadian tersebut Yanto mencoba melaporkan ke Satpam
RSI Jemursari dengan apa yang dialaminya. Salah satu satpam memberikan keterangan, “memang untuk mesin itu kerap rusak pakai saja yang di UGD, dan mekaniknya juga jarang kesini,” ujar Satpam yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Tidak lama hanya hitungan menit, kembali seorang laki laki paruh baya juga mengalami hal sama setelah mengunakan mesin kopi otomatis di samping Costemer Care.

Dengan pelayanan penjualan kopi yang merugikan para penjenguk dan keluarga pasien, bagaimana sikap RSI Jemursari apakah hanya menegur perusahaan produksi mesin kopi tersebut? Atau membredel fungsi mesin kopi untuk tidak berada di sekitaran RSI Jemursari?

Reporter. : Rusmiyanto
Editor. : Budianto

Loading...
Artikulli paraprakAir Waduk Pacal Menipis,Petani Dihimbau Sementara Tidak Tanam Padi
Artikulli tjetërBI Bersama BUJT Masih Sosialisasikan Pembayaran E-tol

Tinggalkan Balasan