Merasa Terjebak, Ketua MUI Balongpanggang Turut Hadiri Pernikahan Manusia dengan Domba

26
Nurhudi Didin Arianto, pemilik Pesanggrahan Kramat Ki Ageng dan tampak pula Ketua MUI Kecamatan Balongpanggang Ahmad Hishol Muttaqin saat konfrensi pers

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Ritual pernikahan ‘nyeleneh’ manusia dengan domba selain dihadiri salah seorang anggota DPRD Gresik, Nurhudi Didin Arianto, ternyata juga turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongpanggang, Ahmad Hishol Muttaqin.

Kendati begitu, Hishol Muttaqin yang juga guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gresik tersebut berdalih dirinya merasa terjebak alias kena prank oleh penyelenggara acara yang mengundangnya melalui pesan video.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, ketika itu Hishol Muttaqin mendapatkan undangan dari Nurhudi Didin Arianto, seorang anggota dewan sekaligus pemilik Pesanggrahan Kramat Ki Ageng, Desa Jogodalu.

“Kapasitas saya hanya undangan yang tidak tahu apa-apa. Maunya tidak datang akan tetapi ada yang jemput,” ujar  Hishol ketika dikonfirmasi wartawan dia pesan Whatsapp.

Kala itu, dia merasa hatinya tidak tenang setibanya di lokasi acara. Bahkan dia mengaku ingin segera pulang, tapi tidak membawa kendaraan sendiri sehingga terpaksa bertahan di lokasi acara.

“Andai saat itu saya bawa mobil sendiri saya pulang. Saya tadinya dijemput oleh Abah Soleh pemilik Sera Group,” ungkapnya, Selasa (7/6/2022).

Melihat kejanggalan itu, Hishol sudah berusaha mengingatkan Nurhudi selaku pemilik Pesanggrahan agar tidak menggunakan simbol-simbol agama dalam ritual tersebut.

“Jangan pakai simbol-simbol agama atau yang lain nanti berbahaya,” pungkasnya.

Baca Juga  Program 2 SKS, Belasan Siswa MAN Bangkalan Lulus 2 Tahun

Akan tetapi, kala itu Nurhudi meyakinkan kepada Hishol bahwa kegiatan itu tidak ada hubungannya dengan agama tapi hanya untuk konten sosial media saja.

Masih menurut pengakuan Hishol, setelah dia memberikan saran kepada Hudi lalu dia menepi dari acara dan kumpul bersama undangan yang lain. Jarak dari lokasi ritual dengan tamu undangan sekitar 10 meter.

Terkait dengan peristiwa ritual pernikahan manusia dengan kambing di desa Jogodalu kecamatan Benjeng yang di dalamnya ada guru MAN 2 Gresik, pihak Kemenag Gresik akan memanggil untuk melakukan klarifikasi.

Loading...

“Kita sudah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan, dan yang bersangkutan merasa dirinya kena prank saat di lokasi acara tersebut, karena sebenarnya dia tidak ingin datang, namun karena ada yang menjemput sehingga dia akhirnya berangkat ke lokasi acara” jelas Kepala Kemenag Gresik Sahid, Selasa (7/6/2022)

Kemenag Gresik juga menurunkan tim yang terdiri dari tiga orang untuk melakukan investigasi terkait dengan ritual yang terjadi di Desa Jogodalu, Benjeng, Gresik tersebut.

Anggota tim tersebut diantaranya Kasi Bimas H. Abdul Ghofar, didampingi H. Zaini Rosyad Kepala KUA Kecamatan Benjeng dan Imam Chanafi Perwakilan Penyuluh Agama Kabupaten Gresik.

Hasil temuan tim investigasi dari Kemenag Gresik diantaranya,  Tim investigasi dari Kemenag Gresik  iitemui Kasi Kesra Desa Jogodalu, Yai Masruri dan  Agung selaku Sekdes Jogodalu di Balai Desa.

Baca Juga  Kodim 0824, DP3KB Jember dan BKKBN Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Tekan Angka Stunting

Tim investigasi Kemenag Gresik  menuju Tempat dilaksanakan “Pernikahan Manusia dengan Kambing” di Pesanggrahan Keramat Pimpinan Nur Hudi yang merupakan salah satu Anggota DPR Partai Nasdem.

Di lokasi bekas ritual tersebut tim dari Kemenag Gresik bertemu beberapa warga termasuk orang tua Pemilik Pesanggrahan bernama Hanafi Al azhar dan istrinya.

Dari hasil wawancara lapangan yang dilakukan oleh tim investigasi Kemenag Gresik para undangan menyatakan banyak yang kena prank,

“Para undangan banyak yang mengira sebagai Undangan Pernikahan normal hingga banyak yang bawa amplop untuk buwuh, sehingga kecelik tidak tahu kalau akan ada “Pernikahan Manusia dengan Kambing”. Setelah tahu banyak yang balik kanan.” Jelas  Sahid.

Hasil temuan di lapangan saat melakukan investigasi dan bertanya kepada orang-orang yang ada di sekeliling Pesanggrahan semua menyatakan hanya untuk konten belaka.

“Katanya itu hanya untuk Viral-viralan, atau Konten Candaan, mengingat mereka punya Perkumpulan bernama MOI (Media Online Indonesia)” ujar Sahid dalam pesan Whatsapp.

Menurut Saahid timnya tidak bisa menemui  “manten” maupun pimpinan MOI karena tidak berada di tempat. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakVenue Porprov di Jember 80 Persen Siap
Artikulli tjetërPensiunan Militer di Jember Jadi Bandar Edarkan Sabu Seberat 1 Kg

Tinggalkan Balasan