Menyerah, Ratih dan Dini Tetap Dibui

53
Ratih Retnowati
Ratih Retnowati, tersangka dugaan korupsi Jasmas saat hendak dibawa ke mobil tahanan.

SURABAYA (kabarjawatimur.com)
Dua tersangka kasus jaring aspirasi masyarakat (jasmas) menyerah dan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Rabu (04/09/2019). Sebelumnya, keduanya sempat mangkir dari panggilan penyidik.

Kedua tersangka itu yakni Ratih Retnowati dan Dini Rinjati. Meski berinisiatif mendatangi penyidik, keduanya tetap dibui atas kasus dugaan korupsi jasmas.

“Keduanya ditahan dalam rangka proses penyidikan kasus korupsi jasmas,” ujar Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, kepada awak media.

Tersangka Dini Rinjani saat di mobil tahanan.

Peran kedua tersangka ini masih sama dengan rekannya yang sudah dulu ditahan. Ratih dan Dini turut mengkoordinir proposal jasmas dari Agus Setiawan Tjong selaku pelaksana proyek pengadaan kursi, terop, meja, gerobak dan lainnya. Agus sendiri sudah diganjar 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Loading...
Baca Juga  Kenapa Tebu di Kebun PTPN XII Kalikempit Tidak Dimuat ?

Sebelum dijebloskan ke tahanan, kedua politisi Partai Demokrat ini diperiksa penyidik sekitar 5 jam. Setelah itu keduanya langsung ditahan. Sekeluar dari ruang penyidik, mereka terlihat sudah mengenakan rompi tahanan. Keduanya dikawal menuju tahanan di Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim dengan mobil tahanan kejaksaan. Menurut Rachmad Supriyadi, keduanya ditahan selama 20 hari ke depan.

Seperti diketahui, Ratih dan Dini merupakan dua tersangka terakhir yang ditahan Kejari Tanjung Perak. Dimana empat rekannya terlebih dulu ditahan. Para politisi itu yakni Sugito dari Partai Hanura, Darmawan dari Partai Gerindra, Binti Rochmah politisi dari Partai Golkar dan Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN). Untuk Syaiful Aidy, terpaksa dijemput paksa pada Selasa (3/9) di rumahnya karena mangkir dari panggilan penyidik.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

Kasus ini terungkap saat diketahui ada penyimpangan dana jasmas yang dikucurkan dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016. Modusnya dengan pengadaan pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. Mereka mengakomodir proposal dan mendapatkan fee.

Reporter: Boy
Editor: Risky Rahim

Loading...
Artikulli paraprakMeski Dihajar Warga, Nyawa Dua Jambret di Manukan ini Selamat
Artikulli tjetërKerap Salahgunakan Barang ini, Dua Sekawan Diamankan Petugas

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan