Mengalami Traumatik, KPAI Dampingi Korban Pencukuran ‘Pethal-Pethal’ Siswa SD Di Banyuwangi

22

BANYUWANGI, Kabarjawatimur.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Banyuwangi mendampingi kasus pencukuran siswa secara paksa yang dilakukan oleh oknum guru honorer olahraga di SD Negeri 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi beberapa waktu lalu

Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak KPAI Kabupaten Banyuwangi, Minarni Susilowati menjelaskan, kedatangannya ini ialah untuk mendampingi siswa yang telah menjadi korban pencukuran acak acakan itu.

Hal itu, menurut Minarni, agar bisa mengembalikan lagi psikis para siswa siswa tersebut agar terus bersekolah dengan enjoy

“Dari hasil pendampingan ini, para siswa siswa ini masih terlihat ketakutan dan trauma,” ucap Minarni ketika mendampingi para siswa saat dipriksa oleh dokter Psikiater di RSUD Blambangan, Banyuwangi, pada Senin (6/5/2019)

Ke dokter psikiater ini, Minarni mengatakan, kedatangannya tersebut juga memeriksakan kejiwaan para korban dan menanyakan sejauh mana psikis anak anak atas kejadian pencukuran itu, apakah terganggu atau bagaimana ?

Baca Juga  Giliran Pegupon Dinoyo Surabaya Dirobohkan

“Sekaligus disini terapi apa yang diperlukan, dan permasalahan apa yang menjadi trauma serta ketakutan siswa siswa ini,” katanya

Loading...

Efek anak terganggu psikis itu, lanjutnya, dicontohkan pada waktu kejadian, korban merasa takut dan trauma jika menerima perlakuan seperti itu lagi, akibatnya para siswa tersebut terbanyang bayang.

“Mangkanya anak anak ini harus di psikiskan agar tetap bersemangat sekolah walaupun ada kejadian itu,” paparnya

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyo Budi memaparkan, enam siswa tersebut setelah diperiksa di RSUD Blambangan hasilnya belum diketahui

“Tunggu keterangan dari ahli psikolognya mas,” ucapnya

Selanjutnya, Kapolsek juga mengatakan, jika status guru A selama ini juga belum ditetapkan, karena belum ada keterangan ahli.

Baca Juga  Kelompok Residivis Pencurian Tertangkap, Tiga Diantaranya Wanita

“Setelah ada hasil keterangan ahli, kita gelar untuk penetapan tersangka, dan yang mengeluarkan keterangan adalah ahli yang meriksa. Dan hal tersebut baru bisa diungkap oleh hakim yang memeriksa kasusnya,” tandasnya

Sekedar diketahui, dunia pendidikan di Bumi Blambangan tercoreng. Gara garanya sekitar 20 Siswa SD Negeri setempat dicukur hingga ‘Pethal-Pethal’ oleh pelatih Bela Diri yang disuruh oknum Guru Olahraga Honorer sekolah setempat.

Akibatnya, siswa yang terdiri dari kelas 3,4,5 itu mengalami tekanan psikis, traumatik dan menanggung malu karena rambutnya dicukur

Reporter: Rochman
Editor: Rizky

Teks: KPAI mendampingi siswa korban pencukuran pethal pethal di RSUD Blambangan

Loading...
Artikulli paraprakEks. Lokalisasi Jarak Digrebek, Nekat Buka Jelang Ramadhan
Artikulli tjetërKomplotan Pencuri Gabah Dan Diesel Di Bojonegoro Terciduk…..

Tinggalkan Balasan