Menengok Desa Panaguan Penghasil Bibit Sayuran di Pamekasan

79

PAMEKASAN (kabarjawatimur.com) Inovasi dan kreasi bersama masyarakat Desa Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan kini membuahkan hasil. Hal itu terwujud setelah warga punya impian bersama untuk mewujudkan Desa yang makmur dan bisa selalu mandiri demi mewujudkan kesejahtraan keluarga.

Desa Panaguan yang masuk wilayah Kecamatam Larangan selama ini dikenal sebagai desa potensial, dari sektor pertanian. Sebab tanahnya cocok untuk berbagai tanaman di bidang pertanian.

Bahkan masyarakatnya kebanyakkan memamfaatkan kekayaan alam ini dengan mencari peluang untuk menjual beragam bibit tanaman pertanian.

Warga desa tersebut juga ke sehariannya dikenal selalu berkarya dan berinovatif. Mereka terbukti sukses dan berkat ketekunan dan ke gigihan sebagian masyarakat Desa Panaguan pada umumnya telah menekuni bidang usaha pertanian.

Para warga juga banyak yang berwirasuwasta, seperti di musim penghujan masa sekarang ini mereka memilih bercocok tanam di bidang pertanian, cabe, sayur- sayuran, jeruk, pisang, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Mahasiswa UINSA Surabaya Belajar Transplantasi Terumbu Karang di Pantai GWD

“Cabe merupakan konsumsi ke seharian masyarakat dan di musim hujan sekarang ini sulit sekali cabe berkembang biak. Karena pengaruh cuaca dengan curah hujan tinggi. Tapi kami selalu optimis bagaimana cabe kami bisa tumbuh meskipun musim hukan sulit untuk hidup,” kata Bapak Padila, salah satu petani cabe, Senin (05/12/2016).

Dengan sulitnya menanam cabe berdampak pada hasil produksi yang menurun. Namun hal itu diimbangi denhan harya cabe yang saat ini naik melonjak tinggi.

Loading...

Dimana harga cabe sekarang ini per 1 Kg dikisaran Rp 100. 000. Dan agar produksi cabe tetap stabil warga Desa tersebut kini memilih melakukan pembibitan.

“Kami selali mencoba menamam bibitnya. Kurang lebih 130 bidang nantinya para petani luar Desa bisa membelinya ke sini. Kami tidak usah repot-repot ke pasar untuk beli cabe karena sudah dari dulu di sini di kenal dengan bibit pahon cabe unggulan,” tambahnya kepada jurnalis kabarjawatimur.com

Baca Juga  Pensiunan Militer di Jember Jadi Bandar Edarkan Sabu Seberat 1 Kg

Lain lagi dengan pengakuan Bapak Hasan (43) salah satu warga Dusun Sumber Desa Panaguan saat ini lebih memilih bercocok tanam Pisang. Dia mengatakan pisang adalah sebuah kebutuhan masyarakat yang banyak mengandung gizi.

“Apalagi sekarang memasuki bulan maulid, kebanyakan masyarakat berbondong bondong menanam pisang. Selain perawatannya mudah dan tidak sulit seperti bertani pada lain. Tinggal tanam, kasih pupuk, dan air di Desa kami Alhamdulillah subur, meskipun di musim kemarau,” kata Hasan.

Disebutkan jika di musim hujan saat ini harga pisang menurun. Dimana per tondun atau satu buah pisang dalam satu pohon berkisar Rp 25000 sampai Rp 45000. Tergantung jenis pisangnya.

“Harapan kami bangaimana nantinya pemerintah kita bisa memperhatikan nasib petani agar sejahtera. Karena petani adalah sebuah harapan di sektor prekonomian,” pungkasnya.

Penulis: Andy K, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakBudaya Masyarakat Perdesaan Mulai Tergerus Era Globalisasi
Artikulli tjetërIndonesia Kekurangan Tenaga Akuntan

Tinggalkan Balasan