Melalui Konservasi Penyu, Menteri Sandiaga Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Warga

41
Menteri Sandiaga Melepas Liarkan Penyu Dipantai Serang Blitar

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Salah satu keberlangsungan ekosistem laut adalah dengan pelestarian mahluk laut. Seperti yang dilakukan warga Desa Wisata Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dimana warga desa disana menjadikan desanya sebagai lokasi konaervasi tukik atau bayi penyu. Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata melainkan juga menciptakan lapangan kerja dimana masyarakat bisa diberdayakan.

Saat kunjunganya ke Pantai Serang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, hal tersebut sebagai salah satu pengembangan potensi wisata  yang bisa dimanfaatkan potensinya oleh masyarakat.

“Ini lo bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi wisata serta memberdayakan masyarakat,” kata Sandiaga, sabtu (16/10/2021)

Untuk itu dia menghadiahkan mesin pompa air sekaligus toren air untuk konservasi penyu atau tukik. Sehingga, masyarakat tidak lagi harus bolak balik mengisi bak dengan ember atau gayung.

Baca Juga  Wanita Tergeletak, Shelter Stasiun Kertomenanggal Mendadak Ramai

“Ini kita kasih pompa, diharapkan bisa membantu untuk konservasi tukik, jadi tidak perlu ditimba lagi dengan ember atau gayung,” katanya.

Loading...

Selain itu Sandi menegaskan, dia mendapatkan informasi kalau pelepasan tukik atau penyu selain sebagai pelestarian ekosistem laut dimanfaatkan juga bagi masyarakat untuk menarik wisatawan dalam paket wisata di desa Serang. Menurutnya hal tersebut adalah suatu hal yang sangat kreatif.

“Jadi apapun potensinya manfaatkan dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat semuanya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Serang, Handoko mengungkapkan, konservasi tukik yang dilakukan oleh warga desanya masih sangat sederhana. Pasalnya, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah.

“Kami menjalankan konservasi ini dengan dana swadaya kami sendiri, belum ada bantuan sama skali dari pemerintah” katanya.

Baca Juga  Sosialisasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, Bersama Dokter Anak dan Kominfo Bojonegoro

Dia mengakui, sejauh ini walaupun masih kurang dukungan dalam hal pembinaan dan sarana prasarana karena selama ini pengisian air laut untuk tukik masih menggunakan ember dan gayung.  Walaupun begitu, masyarakat tetap melakukan konservasi tukik guna pelestarian ekosiatem laut. (*)

Reporter: Gilang Bahtiar

Loading...
Artikulli paraprakKalapas Hingga Kakanim Adu Titis Tembak Pistol Eksekutif
Artikulli tjetërUngkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis, Kemendag Ingin Lindungi Konsumen

Tinggalkan Balasan