MaxWin Laporkan OJK Kepada Lembaga Negara

228
Ketua MaxWin Yayasan Pendidikan

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Dari pemberitaan yang pernah ditayangkan oleh media masa terkait investasi bodong yang dilalukan oleh MaxWin atau Beribisnis.com, kini pihaknya angkat bicara.

MaxWin menceritakan kepada beberapa media masa pada Senin (12/7/2020), bahwa yayasan MaxWin yang bergerak dibidang pendidikan bisnis dan konsultasi bisnis dengan fokus utama mendidik masyarakat untuk melaksanakan Ekonomi tanpa Riba/Ekonomi berbagi, dituding oleh OJK sebagai usaha investasi bodong.

Dimana yayasan MaxWin adalah berprinsip pendidikan dengan konsep ”Economic Sharing” ini bertujuan agar pelaku bisnls di Indonesia bisa menciptakan dan memberikan keuntungan di kedua belah pihak tanpa harus merugi material, moril dan dari sisi agama.

Max William Wienardi selaku ketua yayasan MaxWin di Surabaya kepada rekan media menceritakan, pada tanggal 3 Juli 2020 ditemukan sebuah berita yang ditayangkan oleh media online dengan nara sumber OJK Pusat, tentang yayasan yang berbasis pendidikan bisnis tidak mempunyai izin alias bodong.

Baca Juga  Bonek Independent Setro, Gratiskan Minum dan Wifi Untuk Belajar Daring

“Pemberitaan yang diutarakan sebagai nara sumber OJK menyebabkan pihak kami merasa di rugikan, karena yang ditudingkan oleh OJK tidak benar, dimana yayasan kami merupakan
berbasis pendidikan bisnis bukan investasi.” tegas Max William Wienardi.

Loading...

Praduga bersalah yang diciptakan oleh OJK membuat pemikiran para masyarakat dan mitra kerja menjadi pasif, sehingga yayasan MaxWin sendiri harus menunda program pelaksaan di tujuh Kabupaten dimana notabene telah terjadi kerjasama.

Juga menjadi pertanyaan terkait kinerja satgas pengawas investasi OJK. Karena menurut MaxWin sendiri pihaknya belum pernah mendapatkan surat teguran tentang kegiatan usaha yang salah hingga harus diberitakan di media massa.

Selain itu, apakah OJK berwenang tentang penindakan atau pemberian ijin kegiatan pendidikan bisnis dan konsulat bisnis. Dan dari unsur pihak MaxWin tidak pernah menipu atau merugikan masyarakat.

Baca Juga  Nekat, Jambret Beraksi Tarik Tas Didepan Polsek Genteng Surabaya

“Harusnya sebelum menuding kami investasi bodong terlebih dahulu OJK mempunyai bukti bahwa kami melakukan Pengalangan dana secara ilegal,” tambah Max William Wienardi.

Karena merasa dirugikan dengan sikap OJK sehingga yayasan MaxWin akan melakukan beberapa langka guna menuntut kebenaran dan perlindungan.

“Dengan kondisi seperti kami akan melakukan langkah langkah ke jalur hukum dengan melaporkan ke ombudsmen RI, komisi XI DPR-RI, Kementrian keuangan RI, Kadin RI, YLBHI Indonesia dan media masa,” tutupnya. (*)

Reporter: Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan