Masyarakat Jember Harus Lestarikan Kekayaan Budaya Tak Benda

39

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Kabupaten Jember kaya akan warisan budaya tak benda.Salah satunya adalah musik patrol.

Sebagai warisan budaya sudah menjadi keharusan masyarakat Jember turut melestarikan dan mempertahankannya.

“Warga Jember harus paham tentang apa yang dimiliki Kabupaten Jember ini bahwa Musik Patrol ini memang warisan budaya kita. Ini langkah kami untuk meningkatkan kesadaran akan budaya milik kita sendiri supaya tidak diambil pihak lain,” jelas Bupati Hendy dalam sambutannya di acara diskusi publik terkait Musik Patrol.

Pada acara yang digelar oleh Pemkab Jember itu, Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wakil Bupati Jember MB Firjaun, Jajaran Forkopimda, Kepala Disparbud Jember, Kepala Diskominfo.

Sejumlah Budayawan lokal juga ikut, urun rembug dalam diskusi publik bertajuk, “Meneropong Warisan Budaya Tak Benda” dengan pembahasan utama mengenai Musik Patrol.

Baca Juga  Dua Pria Tewas di Saluran Irigasi di Sidoarjo, Ditemulam Ada Botol Miras

Gelaran diskusi ini dilakukan dengan dua cara daring dan luring. Untuk diskusi luring digelar di kawasan Wisata Puncak Rembangan, Selasa (22/06/2021).

Demi menjaga kesehatan bersama panitia menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment).

Menariknya diskusi secara daring atau online ditayangkan secara langsung melalui platform youtube, sehingga dapat disaksikan seluruh warga Jember.

Loading...

Pada diskusi itu terungkap ternyata Bupati Hendy bermain musik patrol sejak duduk di bangku SD sampai remaja.

Bahkan Hendy dengan lancar bercerita awal mula kampung yang pertama kali memiliki kelompok musik patrol.

“Awalnya di Jember ini hanya ada dua kampung yang ada grup musik patrolnya, yakni kampung Ledok dan kampung Kauman, lainnya belum ada,” tuturnya.

Baca Juga  Hadiri World Economic Forum, Mendag Lutfi : Target Indonesia, Pulihkan Ekonomi Dunia

”Dan terus berkembang sampai saat ini menjadi warisan budaya Jember,” imbuhnya.

Alumni STM Negeri 1 Jember itu melanjutkan, musik patrol selalu dimainkan warga setiap bulan Ramadhan.

“Mereka berjalan dari kampung ke kampung untuk membangunkan serta memberikan hiburan menjelang waktu sahur, dan itu turun temurun menjadi tradisi hingga sekarang,” katanya

Sebagai Bupati Jember, Hendy berharap Musik Patrol nantinya tidak hanya ditampilkan saat bulan Ramadhan saja, tetapi ditampilkan sepanjang tahun dan harus bisa menggerakkan perekonomian juga.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para pelaku seni, Bupati Hendy didampingi Wabup Jember MB. Firjaun Barlaman pada kesempatan itu juga menyerahkan penghargaan kepada Misnawar sang maestro pencipta lagu Watu Ulo.

Reporter: Rio

 

Loading...
Artikulli paraprakGedung DPRD Jember Disemprot Disinfektan
Artikulli tjetërDitengah Pandemi Covid-19, Pelaksanaan P3-TGAI Terapkan Prokes

Tinggalkan Balasan