Masa Pandemi, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Bondowoso Meningkat

7
Rilis media Polres Bondowoso.

BONDOWOSO, (Kabarjawatimur.com) – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penyalah gunaan narkoba menjadi kasus dominan yang ditangani Polres Bondowoso sepanjang tahun 2020.

Kasus narkotika yang ditangani terjadi peningkatan 33 persen untuk kasus yang berhasil diungkap dibandingkan tahun 2019 lalu. Yakni terdapat 77 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 82 orang yang terdiri dari 2 perempuan dan sisanya laki-laki.

“Untuk kasus narkoba, didominasi oleh kasus penyalahgunaan obat keras berbahaya. Jumlah barang buktinya mencapai 11,89 gram shabu, dan untuk kasus okerbaya barang buktinya mencapai 35.918 butir,” ujar Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, saat rilis akhir tahun yang digelar di Mapolres Bondowoso pada Selasa (29/12).

Sedangkan pengungkapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2020 mencapai 42 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 28 kasus.

Baca Juga  Pemkab Bojonegoro Kembali Terima Penghargaan WTP Tahun Anggaran 2021

Diduga, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini berkorelasi dan sebagai salah satu dampak dari pandemi Covid-19. Yakni karena banyaknya kegiatan di rumah, kondisi ekonomi menurun yang kemudian mendorong emosi-emosi tertentu dari para pelaku.

“Karena di rumah, bisa jadi yang menjadi pelampiasan keluarga di rumah yakni anak dan istri,” jelas Erick.

Peningkatan dua kasus tersebut –narkoba dan kekerasan terhadap perempuan dan anak – membawa dilema tersendiri bagi polisi.

“Tentu meningkatnya jumlah tahanan di masa pandemi seperti saat ini, kita harus lebih selektif lagi. Harus ada upaya untuk mencegah kluster baru di Lapas,” ujar Erick.

Antisipasi timbulnya klaster penyebaran covid-19 di ruang tahanan ataupun yang dititipkan di Lapas Bondowoso, dilakukan dengan pemeriksaan melalui Rapid tes Antibodi.

Baca Juga  Dari Papua Bawa Satwa Dilindungi, Dua Pria Diamankan Ditpolairud

“Kita periksa ketika akan masuk penahanan. Kemudian tindak lanjutnya disesuaikan dengan prosedur lebih lanjut dari Satgas penanganan Covid-19 Bondowoso,” papar mantan Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat ini.

Loading...

Selain kasus narkoba dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kasus-kasus kriminal lain di Bondowoso menunjukkan perkembangan bervariasi. Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mencapai 108 kasus atau turun 23 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan kasus penipuan dan penggelapan naik 10 persen dibanding tahun lalu, yakni menjadi 99 kasus. Adapun kasus penganiayaan berat selama tahun 2020 di Bondowoso mencapai 86 kasus atau meningkat 10 persen dibanding tahun 2019 lalu.

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakFix! Malam Tahun Baru hingga Jam 8 Malam
Artikulli tjetërDianggap Biang Kekacauan Birokrasi, Bupati Faida Dimosi Anak Buahnya

Tinggalkan Balasan