Marak Pungli, Begini Kata Tokoh Ulama di Bangkalan

154
KH. Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Perilaku pungutan liar (Pungli) seakan menjadi kebiasaan dan menjadi salah satu sember pendapatan yang dianggap halal. Namun, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak dibenarkan dalam pandangan Islam. Dalam Agama Islam Pungli diistilahkan ‘Maksu atau Al-Muksu’.

Maraknya perilaku Pungli di Kabupaten Bangkalan mengundang banyak perhatian dari masyarakat. Perilaku Pungli yang marak adalah penarikan tarif parkir hingga kejadian operasi tangkap tangan (OTT) restribusi parkir liar di Pasar Blega Bangkalan.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan, KH. Makki Nasir menerangkan, pungli merupakan perilaku yang diharamkan dan termasuk kategori dosa besar. Maka pemberi maupun penerima Pungli sama-sama berdosa.

“Hukumnya haram, baik yang memberikan dan yang menerima, sama-sama haram. Orang yang memberi dihukumi haram karena dengan memberi berarti dia mendukung keberlangsungan praktek pungli, ada andil pemberi dalam maraknya pungli itu sendiri,” jelas Kiai Makki, pada Senin (21/10/2019) kemarin.

Baca Juga  Komisi D Segera Sidak dan Panggil PT PMP

Namun, Kiai Makki mengecualikan perilaku Pungli yang diperbolehkan. Menurutnya, Pungli diperbolehkan apabila dalam kondisi tertentu atau terpaksa.

Loading...

Kiai Makki mencontohkan, misalnya dia (Pemberi) punya hak atas sesuatu, namun dia tidak bisa mendapatkannya tanpa memberi pungutan atau pungli. Sehingga jalan satu-satunya yang ditempuh hanya dengan memberi Pungli.

Sementara, bagi penerima Pungli tetap haram. “Maka hukum bagi yang memberi pungli halal, karena darurat. Namun hukum bagi penerima tetap haram,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (14/10/2019) lalu polisi OTT Pungli parkir liar di Pasar Blega Bangkalan. Sebanyak 9 pegawai pasar Blega diperiksa oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Bangkalan.

Pemeriksaan terhadap 9 orang tersebut berlangsung selama 10 jam. Pegawai yang diperiksa polisi terdiri dari 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 orang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).

Baca Juga  Pengedar Soccah Bangkalan Dibekuk, Segini Barang Buktinya

Saat melakukan OTT, tim Saber Pungli Bangkalan berhasil menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 665 ribu. Diduga hasil dari Pungli restribusi parkir liar. Selain itu, Polisi juga berhasil menyita barang bukti uang sebesar Rp 4 juta hasil Pungli retribusi hewan besar seperti sapi atau kerbau di Pasar Blega. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakApi Menghanguskan Kawasan Vegetasi Lereng Argopuro Seluas 10 Lapangan Bola
Artikulli tjetërPosyandu dan PHBS di Desa Cenlesen Jadi Duta Lomba di Pamekasan

Tinggalkan Balasan