Mangkir Dinas, Mantan Spri Kapolrestabes Dipecat

368
Iddwiawaty kini bukan lagi Polwan

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Satu lagi anggota Kepolisian diberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH). Tindakan tegas PDTH ini dilakukan pada, Selasa (27/12/16) pukul 07.00 Wib di Halaman Apel Mapolrestabes Surabaya.

Polwan yang bertugas terakhir di Sium Polrestabes Surabaya tersebut  bernama Brigadir Iddwiawaty, SH. Iddwiaty sebelumnya sempat menjadi Spri Kapolrestabes Surabaya. Pelaksanaan Upacara In Absentia, karena yang bersangkutan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Dengan disaksikan oleh Pejabat Utama dan Seluruh Anggota Polrestabes Surabaya secara Resmi Brigadir Iddwiawaty dinyatakan diberhentikan dari Kepolisian berdasarkan Keputusan Kapolda Jatim Nomor : Kep/2040/XI/2016.

Pembacaan Surat Keputusan Kapolda Jatim tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri.  Kapolrestabes Surabaya, Kombespol M. Iqbal dalam arahannya mengatakan, jadikan momen ini sebagai bahan instropeksi diri bagi anggota Polri, agar tidak mengalami hal serupa.

Loading...
Baca Juga  Ketua Komisi 4 DPRD Tuban Serahkan Bantuan Komputer Kepada SMPN 1 Plumpang

“Saya tidak ingin banyak-banyak memecat anggota, tetapi saya ingin banyak melakukan pembinaan kepada anggota,” kata Kombespol M. Iqbal.

Keputusan pemecatan itu sendiri berdasarkan Rekomendasi Hasil Sidang KKEP ( Komisi Kode Etik Profesi) yang dipimpin Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Denny Nasution pada tanggal 30 Maret 2016 yang lalu.

Wakapolrestabes Surabaya sebagai Atasan langsung pembina internal kepolisian Polrestabes Surabaya memutuskan anggota tersebut direkomendasikan ke Kapolda Jatim untuk hukuman pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) karena Pelanggaran Disersi tidak masuk dinas 30 hari berturut-turut, terhitung mulai bulan Agustus 2015 sampai dengan Desember 2015.

Yang bersangkutan sendiri tidak hadir selama proses persidangan, hal ini diperkuat dengan keterangan dari Saksi-saksi (rekan kerja, atasan langsung dan mantan suami terduga pelanggar) dan Absensi yang bersangkutan selama bulan Agustus 2015 sampai dengan Desember 2015 menyatakan bahwa terduga pelanggar meninggalkan dinas tanpa ijin selama 30 hari berturut-turut.

Baca Juga  Lamongan Gelar Festival Ekonomi Kreatif Bagi Pelajar

Reporter: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Gerebek Pesta Sabu di Krukah, Surabaya
Artikulli tjetërPatungan Beli Sabu, Dua Pemuda Ditangkap  

Tinggalkan Balasan