Mandor dan Pelaksana Tersangka dalam Ambruknya Gedung SDN Gentong Pasuruan

63
Dua tersangka ambruknya Gedung SDN Gentong Pasuruan.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Polda Jawa Timur (Jatim), secara resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus ambruknya Gedung SDN Gentong Kota Pasuruan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Senin 11 Nopember 2019 pukul 10.00 WIB, di Mapolda Jatim.

Dengan didampingi AKBP Ari Festo Permana, dan AKBP Joko dari Labfor Polda Jatim, Polisi mengungkapkan tentang perkembangan ambruknya gedung SDN Gentong Kota Pasuruan.

Dirkrimum menyatakan bahwa dua tersangkanya adalah DM sebagai Pelaksana dan SE sebagai Mandor, warga Pasuruan dalam pembangunan gedung yang ambruk tersebut.

“Keduanya tidak mempunyai pendidikan formal di bidang Bangunan melainkan keduanya berpendidikan formal SMP dan SMA,” sebut Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif, Senin (11/11/2019).

Loading...
Baca Juga  Gaduh Soal Solar Subsidi di Tuban, Entah Siapa Yang Salah ?

Lanjut Gidion Arif, ambruknya gedung tersebut diakibatkan karena pembangunannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Spesifikasi itu diantaranya, besi kolom yang seharusnya empat biji diisi hanya tiga biji, diameter besi kolom yang digunakan banci (lebih kancil dari seharusnya), begitu juga beton bangunan yang ambruk tersebut.

“Setelah dilakukan tes dgn alat Hammer (alat test khusus untuk beton oleh labfor tekanannya menunjukkan angka 10 yang seharusnya tekanannya minimal menunjukkan angka 20,” tambahnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 359 atau 360 KUHP dengan ancaman penjara selama 5 tahun. Sedangkan tindak pidana korupsi dalam kasus ini akan ditangani tersendiri oleh Subdit Tipikor Polda Jatim. (*)

Baca Juga  Kenapa Tebu di Kebun PTPN XII Kalikempit Tidak Dimuat ?

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakTiga ABG Sebagai Eksekutor, Satu Dewasa Penadahnya
Artikulli tjetërDengar Lagu Indonesia Raya,Bocah SDI Blitar Hormat Di Jalan

Tinggalkan Balasan