Mami Jual Anak Dibawa Umur, Dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim

0
Para pelaku yang diamankan Polda Jatim

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-Mami Jalankan Prostitusi Online, Dibekuk Polda Jatim Jual Anak Dibawah Umur disebuah Warung kopi (Warkop) yang dijadikan tempat prostitusi online memperjual belikan gadis dibawa umur diungkap oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Pelaku yang ditangkap berjumlah lima orang, AD (42) penjaga Ruko, CE (26) pegawai warkop, DG (29) pemilik warkop, RS (30) pegawai Wisma dan AS (31) pemilik wisma.

Dua tersangka yaitu Gigi alias Papi Galih dan RM alias Mami Putri ini menyebarkan informasi melalui akun Facebook menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu dengan iming-iming imbalan antara 10 juta rupiah sampai dengan 25 Juta Rupiah per bulan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol yang didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto Renakta mengungkapkan, para pelaku memanfaatkan media sosial (Medsos) Facebook, untuk menggaet para perempuan, dalam bisnis esek-esek yang dikelolanya, Korban terdiri 19 orang yakni 15 orang dewasa dan 4 orang masih berstatus anak-anak atau dibawa umur.

Baca Juga  Perkuat Peran Humas Dalam Situasi Krisis Komunikasi

“”Kedoknya seolah-olah warung kopi di sebuah ruko di Mojorejo Gempol Pasuruan dan perumahan Pesanggrahan Anggrek, kecamatan Prigen Pasuruan, disanalah mucikari itu menjajakan layanan,” kata Dirmanto, Senin (21/11/2022).

Loading...

Mereka sebelumnya ditawari pekerjaan oleh pelaku sebagai pemandu lagu. Kenyataannya, mereka malah diminta menjadi pekerja seks komersial. Korban baru bisa keluar ruko ketika ada pesanan dari tamu, dan saat keluar pun, korban selalu dikawal salah satu pelaku.

“Polisi menemukan delapan perempuan yang disekap, tiga di antaranya berusia di bawah umur,” tambahnya.

Dari penggerebekan itu, petugas kemudian mengendus tempat penyekapan lain berupa wisma pelacuran. Lokasinya berada di Perumahan Pesanggrahan Anggrek, Kecamatan Prigen, Pasuruan ditempat tersebut.

Baca Juga  Hadapi Krisis, KPPG Ajak Perempuan Surabaya Gairahkan Ekonomi Keluarga

“Disana, petugas kembali menemukan 11 perempuan sebagai korban, empat diantaranya masih di bawah umur,” pungkasnya

Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 2 juncto pasal 17 dan pasal 10 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 2 ayat 1 undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang hukuman kepada yang bersangkutan ini paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (*)

Reporter: Eko

 

Loading...
Artikulli paraprakGrebek Rumah di Tambak Sumur Waru, Puluhan Poket Narkoba Disita Polisi

Tinggalkan Balasan