Mahasiswi Cantik Ini Bunuh Diri, Motifnya Diselidiki Termasuk Kekasihnya yang Polisi

107

MOJOKERTO, (Kabarjawatimur.com)-
Mahasiswi Novia Widyasari Rahayu (23) warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang diketahui meninggal karena bunuh diri di samping pusara makam ayahnya mendapat atensi serius dari pihak kepolisian.

Terkait dengan penyebab bunuh diri mahasiswi Universitas Brawijaya masih mengganjal. Semula, ia diduga melakukan bunuh diri karena depresi teringat mendiang ayahnya.

Namun, belakangan beredar kabar diduga bunuh diri itu karena persoalan asmara dengan oknum anggota polisi berinisial RB.

RB sendiri diektahui anggota polisi berpangkat Bripda dan berdinas di Polres Pasuruan.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, jika pihaknya telah berkoordanisi dengan Polda Jatim dan Polres Pasuruan terkait dengan kebenaran oknum polisi tersebut.

Loading...
Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

“Berkaitan dengan inisial RB anggota Polres Pasuran itu betul. Tim dari Polda Jatim dan Polres saat ini sedang mendalami dan investigasi terhadap informasi yang berkembang saat ini,” katanya, Sabtu (4/12/2022).

Namun, AKBP Apip belum bisa memastikan status hubungan antara korban dengan oknum anggota polisi itu.

“Kami akan dalami berkaitan informasinya yang beredar bahwa keduanya ada hubungan” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan muda, Novia Widyasari Rahayu (23), warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditemukan meninggal di makam desa setempat, Kamis (2/12/2022) sore.

Diduga, korban bunuh diri dengan menenggak racun. Ini karena di dekat lokasi ditemukan cairan seperti teh dengan bau menyengat, yang diduga racun.

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

Kasus kematiannya ini menjadi perbincangan di jagat media sosial. Pada Sabtu (4/12/2021) pagi, dan viral.(*)

Foto : Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar.

Loading...
Artikulli paraprakPembobol Rumah Dibekuk, Penadah Pun Ikut Diciduk
Artikulli tjetërGunung Semeru Meletus, Dua Kecamatan di Lumajang Gelap Gulita

Tinggalkan Balasan