Mahasiswa UM Ciptakan Zeolit Untuk Konversi Selulosa Dengan Bahan Lokal

62

MALANG, (Kabarjawatimur.com) – Keindahan alam Indonesia menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satu tujuan wisata adalah Kabupaten Malang. Luasnya Kabupaten Malang menjanjikan tempat wisata pantai yang dikenal dari skala Nasional hingga Internasional.

Hal ini tidak lepas dari komitmen Pemkab Malang dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam. Sumber daya alam berkaitan dengan karakteristik geografis dari wilayah tersebut.

Geografis wilayah pantai selatan Kabupaten Malang yang sangat strategis berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut terkait kebutuhan energi terbarukan. Salah satu sumber mineral potensial di Kabupaten Malang adalah Pasir sekitar Pantai Bajul Mati.

Pantai Bajul Mati terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pasir Pantai Bajul Mati memiliki karakteristik pasir yang unik. Pasir berwarna hitam dan putih bercampur di sepanjang garis pantai.

Baca Juga  Dinas PMD Bojonegoro Gelar Workshop Optimalisasi Aplikasi Siskeudes

“Pasir berwarna putih homogen dan berukuran sedang umumnya mengandung silika atau batu kapur, sedangkan pasir berwarna hitam heterogen dan berukuran halus kebanyakan mengandung magnetik berasal dari gunung berapi,” ujar Dr. Sumari, M.Si selaku pembimbing Tim Zenius Universitas Negeri Malang (UM)

Loading...

Hasil analisa XRF menunjukkan bahwa terdapat 45,3 % Ca (re: kalsium), 31% Si (re: silika), dan 19 % Fe (re: besi). Kandungan silika dapat dijadikan zeolit dengan metode tertentu.

Zeolit tersebut dimanfaatkan sebagai katalis untuk mempercepat proses pembuatan energi terbarukan. Zeolit sintetis yang dihasilkan adalah zeolit-Y yang dibuat hanya dalam 4 hari dan tidak menggunakan bahan yang membahayakan lingkungan, sehingga pengadaan energi terbarukan dapat dilakukan lebih cepat sebelum bahan bakar habis.

Baca Juga  Tiga Pejabat Fungsional Dilantik, Ini Pesan Kakanwil Kemenkumham Jatim

Namun, pengadaan energi terbarukan dari pasir pantai menyebabkan eksplorasi alam harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku yaitu Keputusan Menteri No 33 Tahun 22 tentang zonasi wilayah pesisir dan laut untuk kegiatan pengusahaan pasir laut. Oleh karena itu, informasi kandungan mineral harus dimanfaatkan secara bijak.

Penulis: Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang (TIM ZENIUS PKM):
Dinar Rachmadika Baharintasari
Muhammad Roy Asror
Yana Fajar Prakasa
Jl. Semarang No. 5, 65145 Malang, Jawa Timur
Publisher: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakIni Tangapan PCNU Dan MUI Pacitan Terkait Kerusuhan di Jakarta
Artikulli tjetërOleh Dua Pemuda, Pelajar di Surabaya Diajari “Hisap”

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan