Mahasiswa UINSA Surabaya Belajar Transplantasi Terumbu Karang di Pantai GWD

198
Ketua Pokmas Pesona Bahari GWD Abdul Azis saat menjadi narasumber

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Puluhan mahasiswa Universitas Sunan Ampel atau UINSA Surabaya belajar transplantasi Terumbu Karang di Pantai Grand Watudodol (GWD) Banyuwangi.

Mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UINSA Surabaya. Mereka didampingi oleh ahli transplantasi karang Ahmad Mustofa dan Ketua Pokmas Pesona Bahari GWD Abdul Azis.

Kepala Progam Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya, Esti Tiyastirin, pun turut mendampingi mahasiswi jurusan biologi belajar transplantasi karang di Pantai GWD.

“Ini adalah tahun ketiga konservasi di Pantai GWD Banyuwangi. Pertama kami melakukan kegiatan transplantasi karang disini sejak 2020, sebelum pandemi,” ungkapnya.

Mahasiswa Uinsa saat di Pantai GWD

Ada harapan besar dari UINSA Surabaya agar mahasiswa jurusan biologi tidak hanya belajar tentang transplantasi karang. Lebih dari mahasiswa bisa membawa pulang sebuah inspirasi.

Loading...

“Tahun 2021 ketika masih pandemi kami tetap diijinkan menjalankan konservasi di Pantai GWD. Disini masyarakat sadar diri akan konservasi. Tidak hanya kalian dapat ilmunya, tapi lebih pada inspirasinya,” seru Esti Tiyastirin.

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

Menurut Muhammad Irfan (36), Pantai GWD menjadi langganan program transplantasi terumbu karang dari UINSA Surabaya karena sarana dan SDM-nya siap.

“Di wilayah lain, habis kita tanami terumbu karang terus gak ada yang merawat percuma, mati. Di Pantai GWD masyarakatnya siap, sadar akan kepentingan terumbu karang,” ungkapnya.

Harus diakui, Pokmas Pesona Bahari GWD paling siap dari sisi sarana dan SDM. Itu dibuktikan dengan kondisi alam bawah laut GWD saat ini.

“Sepanjang satu kilometer di Pantai GWD terumbu karang semua. Ini luar biasa,” puji Dosen Biologi UINSA.

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari GWD Abdul Azis mengatakan, mahasiswa UINSA Surabaya harus bisa menyadarkan orang – orang yang hanya mengekploitasi karang yang tidak tahu bagaimana proses pelestarian.

Termasuk, mahasiswa UINSA bisa menyadarkan warga agar peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama plastik.

“Di sini sering dikomplain oleh wisatawan banyak sampah plastik. Padahal sampah plastik ini ketika sampai di laut bisa merusak terumbu karang,” papar Abdul Azis.

Baca Juga  Syaifuddin Minta Skema Pembiayaan Perpres 80 Direvisi

Azis berpesan kepada mahasiswa UINSA agar tetap menjaga laut.

Azis juga mengungkapkan, kunci bahagia itu adalah dengan sering – sering melihat air yang bergerak di laut. Kalau ingin fresh harus banyak melihat pepohonan yang hijau. Kebetulan di GWD banyak tumbuhan hijau yang menyegarkan mata.

Melihat wajah – wajah ceria ternyata juga bikin sehat. Karena Orang yang ke lokasi wisata pasti ceria, nggak ada yang merengut.

“Kalau cuma omong soal konservasi terus gak bisa menghasilkan warga sekitar nanti akan bosan,” terangnya.

Cara ampuh untuk membuka peluang kerja dengan jalan membuka destinasi wisata. Ibaratnya seperti menanam padi. Menanam padi akan tumbuh rumput. Namun menanam rumput tidak akan tumbuh padi.

“Destinasi wisata membuka peluang pertumbuhan ekonomi, UMKM hadir. Di gunung karena ada wisata banyak orang jualan,” ucap Azis. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakHendak Kabur ke Madura, Penjual Nasi Babat Dibekuk Polisi
Artikulli tjetërHakim PN Surabaya Mulai Ditahan di Rutan Surabaya, Itong Masuk Sel Isolasi

Tinggalkan Balasan