Mahasiswa Tolak Kedatangan Myanmar di Pertemuan Asean

12
BEM Nusantara Tolak Kedatangan Myanmar.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara mengutuk keras kedatangan Negara Myanmar datang ke Indonesia dalam pertemuan puncak ASEAN.

BEM Nusantara menolak berdasarkan mandat rakyat dan terpilih melalui mekanisme pemilihan yang sah dan demokratis. BEM Nusantara juga mengutuk tindakan kekerasan dan
represif yang dilakukan oleh Militer Myanmar.

Militer harus segera menghentikan kekerasan dan represi yang mereka lakukan, karena tindakan represif berupa kesewenang-wenangan, pemukulan, penculikan, kriminalisasi bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh Militer Myanmar.

Koordinator BEM Nusantara Daerah Jawa Timur Ahmad Faruuq mengatakan, yang dilakukan oleh Militer Myanmar sama sekali bukanlah merupakan hal yang tepat untuk menyelasaikan
permasalahan dan meredakan konflik, karena upaya tersebut bukanlah jalan untuk melahirkan
sebuah solusi yang disepakati bersama.

“Hal tersebut adalah tindakan represif yang melanggar hak asasi manusia serta jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” jelas Ahmad Faruuq, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga  Cabuli Pelajar 17 Tahun Dengan Modus Ajak Main Game, Pelaku Gagahi 3 Kali

Lanjutnya, pada tanggal 1 Februari 2021, menjadi tanggal dimana Myanmar berubah dari negara yang aman dan tentram menjadi negara yang sangat mencekam dan mengerikan. Ketika kekuatan Militer mengambil alih paksa kekuasaan sehingga melahirkan gelombang penolakan yang kian hari kian membesar dari masyarakat sipil.

Rakyat Myanmar menyuarakan bahwa mereka tidak menginginkan hidup dibawah kuasa pemerintahan Militer yang otoriter.

Loading...

Atas kejadian itu, dengan ini BEM Nusantara menyatakan :

  1. Atas nama solidaritas dan mengingat sila ke dua Pancasila serta menjaga integritas dan moral bangsa. BEM NUSANTARA meminta Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan puncak ASEAN untuk membatalkan dan melarang kehadiran pimpinan Junta Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.
  2. BEM NUSANTARA, meminta kepada Pemerintah Indonesia, ASEAN, dan PBB untuk mendukung perjuangan rakyat Myanmar, dengan cara menyatakan sikap dan
    melakukantindakan-tindakan yang konkret Sebagai upaya mendukung dikembalikannya pemerintah sipil yang demokratis serta memberikan perlindungan kepada masyarakat
    sipil Myanmar serta menghentikan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Militer Myanmar.

  3. Meminta negara-negara ASEAN secara umum dan Indonesia khususnya, agar senantiasa tepat dan bijaksana dalam menentukan pilihan sikap nya, rezim pemerintahan Militer Myanmar dengan Jenderal Min Aung Hlaing sama sekali bukanlah pimpinan Myanmar yang seharusnya, karena ia sama sekali tidak memiliki legitimasi dan sama sekali tidak mendapat dukungan dari rakyat.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

“Dari pernyataan sikap ini, dengan tegas pula ingin kami sampaikan dengan sadar bahwa kami sepenuhnya mendukung dan bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Myanmar dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan yang menjadi haknya, serta sepenuhnya kami mendukung pemerintahan sipil sebagai pemerintah Myanmar yang sah karena terpilih,” tutup Ahmad Faruq.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakWarga Muncar Desak Pemerintah Terbuka Soal Verifikasi Sampel Limbah Pabrik ‘Nakal’
Artikulli tjetërNur Saidah Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik, Atek Ridwan Anggota Dewan

Tinggalkan Balasan