Mahasiswa Jember Dibakar 9 Tahun Lalu, Pelaku Tertangkap

762

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sekitar 9 tahun yang lalu, mahasiswa di Jember dibunuh dan sekaligus dibakar.

Nah, jajaran Polres Jember berhasil mengungkap misteri pembunuhan sekitar tahun 2013. Korbannya bernama Galau Wahyu Utama (20) seorang mahasiswa.

Kasus rajapati itu terjadi pada tahun 2013 lalu tepatnya pada 26 Februari 2013. Saat itu warga heboh setelah menemukan sesosok jenazah dalam kondisi terbakar.

Belakangan diketahui jenasah gosong itu adalah mahasiswa semester 2 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) itu.

Kala ditemukan jenazah dalam kondisi terikat dengan tubuh terbakar 90 persen, di sekitar lahan kosong perumahan Jalan M Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Polisi saat sempat mengalami kesulitan mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang dialami korban, warga Jalan Brigpol Sudarlan, Kelurahan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

Pasca bertahun-tahun melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengungkap pelaku penghilangan nyawa korban. Diketahui dua orang pelaku berhasil ditangkap bernama Arif Rachman Hakim (33) warga Dusun Krajan Timur, Desa/Kecamatan Jelbuk, Jember, dan Mohammad Rofiki (35) warga Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember.

Baca Juga  Sekolah KB TK Kreatif Primagama Surabaya Gelar Karnaval Meriahkan Hari Pahlawan dan Hari Ayah

“Dari penyelidikan polisi juga petunjuk baru akhirnya terungkap (kasus pembunuhan pada tahun 2013 lalu). Sebelumnya dari penyidik ada kendala karena tidak ada saksi di lokasi kejadian. Kemudian kami berhasil menangkap Tersangka utamanya adalah ARH (Arif Rachman Hakim). Sementara tersangka MR (Mohammad Rofiki) berperan sebagai pembantu dalam kasus pembunuhan itu,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat press rilis di Mapolres Jember, Kamis (24/2/2022).

Kata Hery, dalam proses pengungkapan kasus tersebut. Satreskrim Polres Jember memiliki bukti baru sehingga menjadi dasar untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Loading...

Namun Hery enggan menjelaskan detail, bukti baru apa yang menjadi dasar terungkapnya kasus tersebut.

“Pelaku (pertama) diamankan Satreskrim Polres Jember, Senin (21/2) kemarin jam 3 pagi di Bali. Pelaku pertama adalah ARH yang sejak tahun 2015 bekerja di Bali sebagai seorang terapis pijat,” katanya.

Kemudian dari penyelidikan, lanjutnya, polisi melanjutkan penangkapan terhadap pelaku MR yang ikut membantu tindakan pembunuhan terhadap pelaku.

“Saat ini kedua pelaku atau tersangka ditahan dan menjalani pemeriksaan juga pemenuhan pemberkasan,” katanya.

Baca Juga  Serang dengan Pisau, Polisi Tembak Kaki Pria Sampang

“Untuk bukti baru off the record sehingga membuat terang kasus ini. Penyidik meyakini dan bisa mengamankan pelaku kemarin itu,” sambungnya.

Terkait penyelidikan polisi, untuk motif pembunuhan. Dilakukan ARH dan MR dengan maksud untuk menguasai harta benda milik korban.

“Tersangka ARH dan MR terungkap, saat itu (bermaksud) mengambil mobil Honda Jazz dari korban. Dengan modus pura-pura membeli rumah milik paman korban. Setelah menghubungi pemilik rumah menyampaikan keponakan yang akan menghubungi para pelaku,” kata Hery

Para pelaku kemudian bertemu korban, beralasan mengajak bertemu dengan bosnya yang akan membeli rumah tersebut.

“Kemudian korban diajak berputar-putar pelaku, kemudian pelaku ARH duduk di jok belakang mencekik leher korban dan pelaku MR yang duduk disebelah korban memegangi tangan dan kakinya,” jelasnya.

Setelah korban meninggal, para pelaku bingung untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

“Selanjutnya pelaku ARH niat menghilangkan jejak dengan membakar korban. Dengan mencari lahan kosong (sekitar perumahan di sekitar Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates). Kemudian jasad korban disiram bensin dan dibakar,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakDuh, Masih Pakai Sarung Pria ini Curi HP
Artikulli tjetërLapas Sidoarjo Bekali Warga Binaan Ilmu Budidaya Lobster

Tinggalkan Balasan