Mahalnya Biaya Wisata Lumpur di Sidoarjo

108

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Adanya waduk lumpur Lapindo, sedikit memberi berkah bagi warga yang terdampak luapan lumpur tersebut. Kini warga sekitar memanfaatkan dampak Lapindo tersebut sebagai mata pencarian guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Warga setempat ada yang memanfaatkan menjadi tukang parkir, penjaga pintu masuk menuju puncak luapan dan ada juga yang menjadi tukang ojek untuk melayani pengunjung yang ingin berkeliling untuk melihat dari dekat sumber luapan.

Namun bagi pengunjung yang ingin melihat wisata Lapindo tersebut, biaya yang harus dirogok dirasa sangatlah mahal bila hanya untuk melihat hamparan tanah luapan lumpur Lapindo.

Bayangkan, bila pengunjung tersebut mengendarai motor, dirinya harus membayar biaya parkir tanpa karcis resmi dengan tarif Rp. 10.000.

Baca Juga  Penyampaian Jawaban Eksekutif Bupati Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD Lamongan

Selanjutnya pengunjung akan diarahkan menuju anak tangga menuju atas tanggul, lagi -lagi pengunjung merogok kocek Rp.10.000 perorang untuk biaya masuk. Setelah naik keatas tanggul pengunjung akan dihadapkan ke hamparan tanah bekas luapan lumpur yang mulai agak mengering.

Loading...

Bila pengunjung ingin lebih dekat pada titik luapan, maka dirinya harus membayar biaya ojek Rp.30.000 perorang untuk biaya keliling satu kali putaran. Dan bila ingin lebih detail pengunjung bisa membeli kaset DVD tentang lumpur Lapindo seharga Rp. 50.000.

Hal senada diungkapkan Yanti (26) asal Surabaya, wanita berambut lurus tersebut mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk dirinya dan empat saudaranya saat wisata ke Lapindo.

Baca Juga  Jambret HP Keok, Tak Sadar Terekam Kamera CCTV

“Ia mas mahal banget, baru parkir saja sudah bayar Rp. 20.000 untuk mobil, masuk Rp. 10.000 perorang hanya untuk melihat hamparan tanah bekas luapan”, katanya kepada kabarjawatimur.com, Minggu (01/01/2017).

Pegawai Swasta tersebut wisata ke Lapindo hanya untuk menyenangkan orang tuanya karena sudah lama tinggal di Surabaya, namun belum sekalipun melihat lumpur Lapindo dari jarak dekat.

Reporter: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKapolres, Bupati dan Dandim Monitor Acara Tahun Baru
Artikulli tjetërNenek Tewas Gantung Diri Dibawah Jembatan

Tinggalkan Balasan