Mafia Tanah di Surabaya Timur Dibekuk Polisi

162
Peta Tanah yang dijual oleh pelaku.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Mafia penjualan tanah di wilayah Gunung Anyar Surabaya diungkap Polrestabes Surabaya dan satu penjualnya atau bos pengapling dibekuk.

Pelaku yang diamankan bernama Eddy Sumartono (55) Direktur PT. Barokah Inti Utama Surabaya asal Jalan Masjid Medokan Kampung, Rungkut Surabaya.

Eddy ditangkap oleh Polisi Polrestabes setelah beberapa korban melaporkan jika tanah yang dibeli dari mafia berbentuk kaplingan tersebut bermasalah dan diketahui milik orang lain yang dijual oleh pelaku.

Lima pelapor yang melaporkan ke Polrestabes Surabaya juga Polda Jatim menelan kerugian mencapai ratusan juta rupiah di antaranya, pelapor MN, korban 6 orang dengan kerugian Rp. 599 712.000, pelapor YA, dengan kerugian Rp. Rp. 110.000.000.

Pelapor NS, dengan kerugian Rp. Rp. 106,000,000, dan pelapor AT, dengan kerugian Rp. 121,080.000, pelapor MJ, dengan kerugian Rp. 168.920,000, pelapor AF, korban 3 orang dengan kerugian Rp. 361.660.000, dan pelapor IK, dengan kerugian Rp. 90.000.000.

Baca Juga  Data Ombudsman RI Jatim: Kemenkumham Jatim Zero Pengaduan

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kompol Kompol Edy Herwiyanto, Wakasat Reskrim mengatakan, tersangka ini selaku Direktur PT. Barokah Inti Utama dan menawarkan tanah kavling kepada para pembeli.

Setelah para pembeli tertarik maka pembeli melakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening tersangka sampai dengan lunas.

Loading...

“Namun, diketahui para pembeli tidak bisa menguasai tanah kavling tersebut karena status tanah kavling yang dijual masih milik orang lain,” jelas Kompol Edy Herwiyanto, Senin (22/11/2021).

Lanjut Wakasat, tanah yang di kavling itu adalah tanah milik orang lain yang sejak tahun 1976 sudah meninggal.

Saat ini yang melapor ada 7 orang korban dan mewakili korban lain. Korban juga ada yang anggota TNI.

Baca Juga  Judi Doro Karanggayam Bawa Petaka, Petarung Ditusuk Sesama Penjudi

Pelaku ini, dilokasi itu memiliki jumlah tanah kavling yang dijual berdasarkan site plane sebanyak 223 kavling.

“Jika tanah kavling semuanya laku terjual maka potensi kerugiannya sebesar 223 x Rp. 100.000.000 = Rp. 22.300.000.000,” imbuh Kompol Edy Herwiyanto.

Sementara itu, total kerugian atas 7 Laporan Polisi tersebut diatas Rp. 1.667.372.000. Dari pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa, Komputer, Baner, Brosur, Site Plane, Rekening Koran dan beberapa bendel dokumen lainnya.

Pelaku akan diancam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan atau Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 (empat) Jahun penjara,

Pasal 3 dan 4 Undang Undang No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaPeluang Kerja! Bupati dan Wabup Buka Job Interview Fair di SMK Assa’adah Bungah Gresik
Berita berikutnyaFestival Samin, Bojonegoro Hadirkan Sego Ces Sebagai Ikon Kuliner

Tinggalkan Balasan