JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Rumah Wakil Ketua DPRD Jember, Dedy Dwi Setiawan, Sabtu siang (22/5/2021) heboh.

Ada hewan sejenis macan atau kucing hutan tiba-tiba masuk ke halaman rumahnya di Desa Tegal Wangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Hewan tersebut kemudian naik di pohon jambu yang ada di halaman.

”Tadi siang jam 10 an epulang dari Surabaya, kata karyawan saya tiba-tiba hewan itu naik di pohon jambu di depan rumah,” kata Dedy saat dikonfirmasi, Sabtu (22/05).

”Saya kemudian suruh karyawan saya untuk menangkap hewan itu. Karena liar agak susah ditangkapnya, tapi akhirnya bisa ditangkap saudara sepuru saya Mas Imron,” katanya.

Rumah Dedy dikelilingi kebun warga, persawahan, sungai dan semak belukar sesuai dengan habitat hewan tersebut

Baca Juga  PT KAI Perbolehkan Anak Usia dibawah 12 Tahun Naik Kereta Api

”Kebetulan saya juga punya kolam ikan, mungkin dia mau cari ikan di kolam tapi kepergok sehingga takut terus naik pohon itu,” katanya.

Namun ternyata ada bangkai dua ekor burung pipit yang mati di bawah pohon jambu. Diduga kucing hutan itu sedang berburu burung.

Loading...

”Ada dua bangkai burung pipit di bawah pohon sepertinya lagi berburu burung,” katanya.

Usai ditangkap hewan sebesar kucing kampung berbulu coklat kekuningan bertutul hitam ini kemudian dimasukan ke kandang kucing miliknya.

Dedy berniat akan menyerahkan hewan tersebut kepada pihak (Balai Kons ervasi Sumber Daya Alam) BKSDA Kabupaten Jember untuk dilepas liarkan.

”Mungkin hari Senin akan saya bawa ke Kantor BKSDA, kan hewan ini tidak boleh dipelihara makanya biar nanti dilepas liarkan,” jelasnya legislator dari Partai Nasdem ini.

Baca Juga  Personel Gabungan Siaga Penanggulangan Bencana

”Mungkin ini masih remaja belum begitu besar. Kalau kita pelihara, saya yakin malah mati karena susah kasih makanannya,” jelasnya.

Satwa ini dikenal sebagai macan rem-rem atau macan rembah jawa.

Hewan dengan nama latin prionalailurus bengalanensis ini masuk dalam jenis hewan yang dilindungi sehingga tidak boleh dipelihara.

Pada Pasal 21, UU RI no 5 tahun 1990 melarang untuk memiliki, memperdagangkan, menangkap atau bahkan membunuhnya akan dikenai sanksi pidana 5 tahun penjara dan denda hingga Rp. 100 juta. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaKecelakaan Maut di Wongsorejo Banyuwangi, Dua Orang Tewas Terlidas
Berita berikutnyaTerbalik di MERR, Pengemudi Mobil Sedan Warga Malang Tewas

Tinggalkan Balasan