Mabuk, Pelaku Curanmor Bacok Kyai

32

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Karena takut kedoknya sebagai pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dibongkar Muh.Junaidi (33) warga Jl. Indrapura yang kos di Jl. Kalimas Baru III kalap dan membacok Ahmad Reza Musaeil (43) seorang kiai asal Jl. Sidotopo Wetan II.

Tersangka tersebut selama ini dikenal sebagai pelaku curanmor yang mempunyai jam terbang cukup tinggi. Dalam aksinya, tersangka selalu bersama Sujak yang merupakan santri dari korban. Tak tanggung-tanggung, sembilan TKP sudah pernah diobok-obok tersangka yang tak jarang melukai calon korbannya jika melawan.

Saat tersangka membutuhkan Sujak dan tak ada, dirinya selalu ketakutan jika Sujak akan lapor Polisi. Seperti saat sebelum kejadian, dalam kondisi pengaruh minuman keras (miras), tersangka yang sudah menyelipkan pisau penghabisan lalu mendatangi rumah korban untuk mencari Sujak.

Baca Juga  Dishub Jember Salurkan Subsidi BBM Ojol-Opang Tahap 3-4, Pengemudi Ojol: Sangat Membantu Sekali

Setibanya di sana, tersangka bertemu korban. Tersangka lalu menanyakan keberadaan Sujak, tetapi oleh korban dikatakan tidak ada. Ini yang membuat tersangka emosi, dan terjadi percekcokan. Karena dianggap menghalangi dan menyembunyikan Sujak, tersangka lalu mencabut pisaunya dan menyerang korban,kata AKP Ahmad Faisol Kapolsek Kenjeran Surabaya.

Loading...

“Korban mengalami luka dibagian kepala, jari kiri, dan punggung,”kata Faisol kepada kabarjawatimur.com, Jum’at (02/12/2016).
Serangan pertama langsung mengarah kepala korban. Melihat korban menahan rasa sakit, tersangka semakin membabi buta dan membacok untuk kedua kalinya tetapi ditangkis. Keributan ini membuat para santri korban berhamburan keluar, dan tersangka langsung kabur.

Awalnya korban tak mau melaporkan kejadian tersebut. Namun Polisi mencoba mendekati korban secara baik-baik, dan mengimbaunya untuk lapor. Setelah dirundingkan kembali dengan santrinya dari Jombang dan Bangkalan, akhirnya korban lapor.

Baca Juga  Lulus Dengan Prestasi, Unugiri Bojonegoro Gelar Wisuda Dua Fakultas

“Berdasarkan laporan tersebut akhirnya polisi langsung bergerak dan mendapati tersangka di Indrapura. Setelah dibekuk, berikut barang bukti sebilah pisau penghabisan, tersangka digelandang ke Mapolsek”, tutup Faisol.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya korban yang juga dianggap sebagai kiainya sendiri. “Saya kalap dan nekat membacok karena dalam kondisi mabuk”,kata Junaidi.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakASUS Buka Gerai Perdana Produk Gaming di Hi-Tech Mall Surabaya
Artikulli tjetërKaryawan Krematurium Tewas Disemak – Semak

Tinggalkan Balasan