Prosesi wisuda ke-XXXIX UMG secara offline di Hall Sang Pencerah kampus UMG.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar wisuda ke-39, pada Sabtu (16/9/2021). Sebanyak 387 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) dikukuhkan secara offline dan online.

Mereka yang dikukuhkan pada wisuda kali ini berasal dari 8 Fakultas dan 18 Program Studi. Untuk kegiatan wisuda secara offline digelar di Hall Sang Pencerah kampus UMG. Sementara untuk yang online dilaksanakan via aplikasi ‘zoom meeting’.

Dalam wisuda ini terdapat 8 mahasiswa terbaik. Mereka antara lain, Farisa Yasmin Mumtaz, (IPK 3,89/Fakultas Pertanian), Fellyana Nadia Putri, (IPK 3,85/Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Elisa Widyasari, IPK 3,89/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Aniswatun Nisa’ (IPK 3,91/ Fakultas Agama Islam).

Adapula Lu’luatul Usro, (IPK 3,91/Fakultas Psikologi), Kukuh Ujianto, (IPK 3,78/Fakultas Tehnik), Imroatul Mukarromah, (IPK 3,89/Fakultas Kesehatan) dan Moch. Indah Hastomo Nugroho, (IPK 3,86/Program Pascasarjana-Program Studi Manajemen).

Baca Juga  Skuad Persid Jember SiapTanding Liga 3

Rektor UMG Eko Budi Leksono mengatakan, para mahasiswa yang diwisuda akan menghadapi tiga tantangan. Antara lain, bagaimana mereka bisa berwirausaha atau menciptakan lapangan pekerjaan di tengah pandemi seperti ini.

Loading...

“Kalau mau membuka usaha, kondisinya covid seperti ini. Untungnya mereka sudah dibekali pelatihan seperti startup. Untuk mereka yang mau mencari kerja insyaallah mereka mampu bersaing. Apalagi Gresik ini kota industri,” ujar Eko Budi Leksono, Sabtu (16/10/2021).

Tantangan terakhir, lanjut Eko Budi, yakni keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana. Kebetulan di kampus UMG ini juga telah memiliki Fakultas untuk jenjang S2 dengan pengajar yang cukup mumpuni.

“Jadi kalau mau melanjutkan ke pascasarjana bisa di UMG. Kami yakin kemampuan mengajarnya bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain. Karena ada beberapa yang berasal dari lulusan doktor di ITB maupun ITS,” pungkasnya.

Baca Juga  Bea Cukai Gresik Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal Hingga Obat Kadaluwarsa

Sementara itu, salah satu lulusan terbaik Lu’luatul Usro mengaku sangat senang dan terbantu karena banyak pengalaman yang diperoleh selama berkuliah di UMG. Apalagi dosen dan tenaga kependidikan cukup kompeten dan memberikan pelayanan sepenuh hati.

“Meskipun dalam masa pandemi, mahasiswa tetap mendapatkan perkuliahan dan pelayanan yang baik. Sehingga hampir semuanya lulus tepat waktu. Ditambah lagi dorongan dan motivasi dari para agar mahasiswa tetap berprestasi,” ungkapnya.

Diketahui, mahasiswa di UMG tidak hanya mendapatkan pembekalan akademik, namun mereka juga dibekali ‘softskill’, keterampilan komunikasi, bakat dan minat. Sehingga lulusan UMG diyakini lulusan UMG berkompen dalam menghadapi tantangan khususnya enterpreneur. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaUngkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis, Kemendag Ingin Lindungi Konsumen
Berita berikutnyaWalikota Eri Minta Do’a Restu untuk Warga Surabaya di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan Balasan