Lokasi Tambang Belerang Ijen Rusak, Butuh Perbaikan Selama 3 Bulan

103
Penambang Belerang di Kawah Ijen, Jawa Timur. (FOTO:istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk melakukan perbaikan pipa-pipa yang menyalurkan gas di sekitar danau kawah Ijen akibat insiden di Kawah Ijen yang terjadi bulan kemarin.

PT Candi Ngrimbi, operator tambang belerang di TWA Kawah Ijen belum bisa menginventarisir kerusakan yang terjadi imbas dari dihantam gelombang tinggi mirip tsunami. Namun dipastikan kegiatan penambangan belerang harus disertai dengan perbaikan pipa-pipa saluran gas belerang.

“Sesuai dengan laporan memang banyak yang rusak pipa gas-nya. Estimasi kami membutuhkan waktu sekitar 3 bulan perbaikan. Karena rusak dan hancur terkena gelombang kemarin itu,” ujar Cung Liyanto, salah satu pimpinan operator tambang belerang PT Candi Ngrimbi, kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Dia menambahkan, jika pihaknya segera diizinkan untuk mendekati kawah, minimal bisa dilakukan langkah perbaikan pipa-pipa belerang secepatnya. Dengan kata lain, meski sudah dibuka nantinya aktifitas penambang belum bisa langsung dilakukan. Karena mesti ada aktifitas perbaikan aset terlebih dahulu.

Baca Juga  Bawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi

“Belum bisa langsung digunakan menambang. Tapi minimal kita lakukan perbaikan,” ujarnya.

Loading...

Saat ini, seluruh penambang yang bekerja di kawah Ijen tak bisa melanjutkan aktifitasnya. Rata-rata mereka saat ini benar-benar menganggur.

“Sisa di atas tinggal satu rit belerang, mungkin sekitar 9-10 ton. Sebelumnya yang 60 ton sudah tersapu ombak,” katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap kantor BKSDA bisa membuka kembali aktifitas penambangan. Langkah para penambang sendiri untuk menuntut dibukanya Ijen kembali menurut Cung diperkuat dengan pernyataan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kawah Ijen.

“Kita sudah mengajukan surat ke BKSDA Jatim untuk bisa menginventarisir aset. kalau sudah bisa kita tidak akan serta merta melakukan penambangan, kita akan tunggu lagi keputusan dari BKSDA,” katanya.

Baca Juga  Kenapa Tebu di Kebun PTPN XII Kalikempit Tidak Dimuat ?

Sekitar tiga hari lalu, kata Cung, PVMBG Kawah Ijen menyatakan jika status Kawah Ijen dinyatakan aman. Saat itu, hampir semua penambang termasuk petugas BKSDA ikut mendengarkan penjelasan tersebut.

“Kalau kita sendiri (PT Candi Ngrimbi) berharap bisa segera diizinkan mendekati kawah. Kita ingin menginventarisir aset kita yang rusak karena terjangan ombak itu,” ucap Cung.

Penambangan belerang di TWA Kawah Ijen ditutup sementara setelah adanya penambang belerang yang meninggal dunia, lantaran terkena gelombang tinggi danau kawah Ijen. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakDana Bantuan Covid-19 Diduga ‘Disunat’, Warga di Tulungagung Serbu Kantor Desa
Artikulli tjetërWanita 24 Tahun ini Lebih Memilih Tinggal di Dalam Penjara

Tinggalkan Balasan