Lawan Pengusaha, Petani Ngemboh Menangkan Gugatan Tanah Peninggalan Orang Tua

64
Penggugat Hj Alemu menangis dengan didampingi kuasa hukumnya Wellem Mintarja di PN Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja akhirnya mengabulkan gugatan Hj Alemu Dkk, seorang petani asal Desa Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik atas tanah seluas 16.000 meter persegi peninggalan orang tuanya Matadji P Muntari.

Pada sidang putusan gugatan ini, Nenek berusia 57 tahun beserta enam penggugat lainnya dinyatakan menang atas gugatan melawan Shobichah dan H M Edy Noor Salim (pengusaha pupuk). Dari situ, obyek sengketa kini menjadi hak milik para penggugat.

Majelis hakim Ida Ayu menyatakan, obyek sengketa menjadi hak milik penggugat berdasarkan Petok D Nomor pendaftaran Huruf C 227 Persil Nomor 42 Kelas D III seluas 16.600 M2 atas nama Matadji P Muntari (bapak dari Hj Alemu) yg terletak di Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik.

Baca Juga  Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Kapolda dan Kakanwil Kemenkumham Kepri

“Menyatakan bahwa Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 10 atas nama H. M. Eddy Noor Salim cacat hukum dan menyatakan para tergugat untuk membayar uang paksa sebesar 10 jt perhari apabila para tergugat (tergugat 1 & tergugat 2) lalai dalam melaksanakan isi putusan,” kata Ida Ayu.

Loading...

Mendengar putusan tersebut, penggugat Hj. Alemu pun terharu dan spontan menangis histeris usai keluar dari ruang sidang. Dia pun bersyukur tanah peninggalan almarhum ayahnya yang digarap turun temurun kini menjadi haknya kembali.

“Alhamdulillah majelis hakim telah memutus perkara ini dengan rasa keadilan serta membela orang kecil,” ungkapnya sembari mengusap air mata kebahagian.

Secara terpisah, kuasa hukum tergugat Wellem Mintarja mengatakan bahwa putusan ini sangat tepat dan mencerminkan keadilan yang hakiki. Sebab, selama ini kliennya sejak 1959 sampai Oktober 2021 (62 tahun) telah menguasai dan mengelolah tanah tersebut

Baca Juga  Residivis Tak Berkutik, Kembali Mendekam Dalam Penjara

“Tanah itu dikuasi penggugat sejak dijadikan lahan sawah padi hingga sekarang menjadi tambak ikan. Akan tetapi tanpa dasar hukum tanah tersebut diambil alih dan berubah menjadi tanah hak milik sesuai dengan SHM No.10 atas nama H. M. Eddy Noor Salim,” kata Wellem.

Wellem menegaskan, dengan adanya putusan ini otomatis SHM tersebut telah cacat hukum dan tanah tersebut kembali ke para penggugat.

“Jika harga tanah tersebut dijual dengan taksiran appraisal harganya sekitar 1,5 juta/per meter. Maka ketika ditotal dengan luas tanah 16.600 M2. Maka harga tanah tersebut bernilai sekitar Rp. 24,9 Milyar,” imbuhnya.

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakApes, Hendak Kirim Motor ke Madura Dibekuk Polisi
Artikulli tjetër3.452 Peserta Bareng Kader PDIP Surabaya Gelorakan Semangat Kebangkitan Nasional

Tinggalkan Balasan