Lapas Banyuwangi Hingga Pamekasan Jadi Jujukan Warga Binaan ODP Corona

34
Rakor Sekjen Kemenkumham RI

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Kanwil Kemenkumham Jatim terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19) di UPT jajaran.

Salah satunya dengan menetapkan tujuh Lapas jajaran sebagai tempat pertolongan pertama bagi warga binaan yang digolongkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona.

Tujuh lapas itu adalah Lapas Kelas I Surabaya, Lapas Kelas I Malang, Lapas Kelas I Madiun, Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Lapas Kelas IIA Kediri, Lapas Perempuan Kelas IIA Malang dan Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Hal itu diungkapkan Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono usai mengikuti rakor dengan Sekjen Kemenkumham RI, Senin (23/3/2020). Menurutnya, langkah ini diambil sebagai langkah antisipasitif melihat perkembangan virus corona yang semakin besar di Jawa Timur.

Baca Juga  Geliat Kampoeng Thengul, Lestarikan Seni Khas Bojonegoro

Penyebaran virus Corona ini, lanjut Krismono, relatif sulit terdeteksi dan bisa mengenai seluruh lapisan masyarakat apabila tidak dilakukan upaya penanganan yang khusus dan komprehensif.

“Terlebih kepada Pegawai maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada lapas atau rutan yang masuk kategori kelompok rentan terkena berbagai penyakit menular,” ujarnya.

Loading...

Ketujuh lapas itu nantinya akan menjadi rujukan bagi lapas lain yang memiliki warga binaan yang masuk dalam ODP virus corona.

Meski begitu, Krismono tetap meminta kepada seluruh lapas atau rutan di Jatim untuk menyediakan ruangan khusus untuk merawat warga binaan yang menunjukkan tanda-tanda terpapar corona.

“Ketika ditemukan tanda-tandanya, lapas atau rutan harus tanggap dan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” tuturnya.

Baca Juga  Lima Orang Penjudi Doro Ploso, Peran Masing Masing Pelaku

Lebih lanjut, Krismono menyebutkan bahwa ketujuh lapas itu dipilih karena terletak di kota besar yang mudah dijangkau.

Selain itu, lapas-lapas tersebut memiliki bangunan klinik yang besar yang tersedia dokter dan perawat.

“Tidak itu saja, kami juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk aktif melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan pemda terkait dalam upaya membantu mengadakan Alat Pelindung Diri (APD),” ujarnya.

“Alat Pengukur suhu tubuh bagi Pegawai dan WBP dalam memberikan pelayanan agar tidak perpapar COVID-19,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eko/Rochman

Loading...
Artikulli paraprakSidak Pasar di Gresik, Harga Kebutuhan Pokok Cenderung Stabil
Artikulli tjetërTiga Pelaku Pengeroyokan Anggota Banser Gresik Diamankan Polisi

Tinggalkan Balasan