Lakukan Pemerasan, Dua Oknum LSM di Sampang Madura Dibekuk Polisi

Kapolres Pamerkan dua oknum LSM

SAMPANG, (Kabajawatimur.com) – Dua oknum yang mengatasnamakan Lembawa Swadaya Masyarakat (LSM) di Sampang diciduk jajaran Polres Sampang Madura.

Dua orang pelaku diamanman karena diduga telah melakukan tindak pemerasan terhadap salah satu warga Pengurus Program kelompok masyarakat (Pokmas) yang bersumber dari Dana Hibah Provinsi Jawa Timur .

Dua orang itu yakni, Amir Hamsah (38) dari LSM (KPK) RI dan Rizki (42) dari LSM (BP3RI). Keduanya dibekuk ketika berada di warung cafe Ken Karo yang beralamat di Jalan Makboel Sampang Madura.

Oknum itu ditangkap setelah Polisi menerima aduan dari korban Hasvi (38) yang terus di desak dan di takut-takuti oleh dua orang tersebut.

Dalam menjalankan aksinya para pelaku mengancam korban, warga Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Sampang selaku pelaksana proyek irigasi tahun anggaran 2019 yang terjadi kerusakan ke pihak kepolisian apabila tidak memberikan uang sebagai tanda keamanan.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengungkapkan, para pelaku ditangkap jajaran kepolisian Sampang pada, Sabtu (20/2/2021) malam saat melakukan transaksional penyerahan uang keamanan terhadap oknum LSM disebuah warung.

“Dalam penangkapan tersebut pihak kepolisian menyita uang sebesar Rp.19.400 pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang diserahkan korban ke pelaku sebagai tanda keamanan,” sebut Abdul Hafidz, Selasa (23/2/2021).

Kanjutnya, keduanya ditangkap berdasarkan laporan korban yang terus di takut-takuti dan di desak untuk segera memberikan uang tanda keamanan terhadap pelaku.

Loading...

Hal senada juga di ungkapkan , Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang, oknum tersebut mendatangi lokasi pekerjaan proyek berupa irigasi tahun anggaran 2019 yang terjadi kerusakan.

Hasil temuannya tersebut oleh pelaku digunakan untuk mengancam akan melaporkan ke aparat penegak hukum, sehingga antara pelaku dan korban melakukan negosiasi sebagai keamanan.

“Terjadilah negosiasi antara pelaku dan korban, bahkan diancam jika tidak memberikan uang keamanan pelaku akan melaporkannnya ke pihak berwenang,” jelas Riki.

Awalnya pelaku minta uang sebesar Rp. 100 juta. Namun karna tidak punya uang korban menolak dan pelaku terus memaksa sehingga Deal dinilai Rp. 40.000.000.

Antara pelaku dan korban melakukan kesepakatan bertemu di cafe Ken Karo di Jalan Makboel untuk menyerahkan uang sebesar Rp 19,4 juta, dan sisanya dijanjikan keesokan harinya.

Namun karena sudah diendus oleh petugas, akhirnya Oolres Sampang melakukan penangkapan terhadap oknum tersebut dan menggiringnya ke kantor serta menyita uang pecahan 100 dan 50 ribuan. Sebanyak Rp.19,400.000.

Tersangka akan dijerat Pasal 368 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Selain uang Rp 19,4 juta, juga diamankan 4 kartu LSM milik Riski, 1 kartu LSM milik Amir Hamzah, 1 unit HP Iphone XS, 1 unit HP Vivo, 1 unit HP Nokia, dan bukti percakapan WhatsApp korban dengan tersangka.(*)

Reporter : Hari

Loading...
Berita sebelumyaOknum Perawat RS Haji Dilaporkan Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Pasien Wanita
Berita berikutnyaSering Terjadi Kasus Mafia Tanah, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan, Berikut Nomor Telfonnya

Tinggalkan Balasan