Lakukan Kekerasan, Puluhan Orang dari Perguruan Silat di Jatim Ditangkap Polisi

120
Kabid Humas didampingi Dirkrimum Polda Jatim dan anggota.

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-Anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Tim Buser Satreskrim Polres jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap tindak pidana kekerasan terhadap orang lain serta penggerusakan.

Dari pengungkapan kasus ini, 72 orang diamankan dan ditetapkan menjadi tersangka. Para pelaku yang diamankan merupakan anggota perguruan pencak silat yang ada di wilayah Jawa Timur.

Peristiwa kasus kekerasan yang melibatkan perguruan pencak silat ini terjadi di delapan Polres/ ta jajaran Polda Jawa Timur. Diantarnya, Polres Lamongan lima laporan, Polres Jombang dua laporan, Polres Kediri Kota satu laporan, Polres Gresik dua laporan, Polres Nganjuk delapan laporan, Polresta Malang Kota satu laporan, Polres Blitar satu laporan.

Sementara itu dari hasil pengungkapan ini, polda jawa timur mengamankan 72 orang pelaku kekerasan dari masing-masing polres. Dari total tersebut, jumlah orang pelaku dengan usia dewasa sebanyak 53 orang, sedangkan 19 orang masih anak-anak.

Sedangkan masing-masing polres jajaran mengamankan para tersangka atau pelaku kekerasan diantaraya, Lamongan 16 orang (13 dewasa dan 3 anak), Polres Jombang 6 orang (6 dewasa), Polres Kediri Kota 2 orang (2 dewasa), Polres Gresik 1 orang (1 dewasa), Polres Nganjuk 34 orang (24 dewasa dan 10 anak), Polresta Malang Kota 5 orang (4 dewasa dan 1 anak), Polres Blitar 2 orang (2 dewasa) dan Polres Bojonegoro 5 orang (5 anak).

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

“Kebanyakan anggota perguruan pencak silat yang ada di wilayah Jawa Timur ini melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada orang ataupun barang dimuka umum, pada saat konvoi di jalan setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun kegiatan pengesahan,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (28/10/2021).

Loading...

Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yaitu, tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Perbuatan mereka melawan hukum akan diancam dengan pidana penjara 7 tahun jika menyebabkan luka, 9 tahun jika menyebabkan luka berat, dan 12 tahun jika menyebabkan meninggal dunia.

Adanya tindakan kekerasan yang terjadi ini, Polda Jatim tidak memberikan ruang kepada para pelaku kekerasan baik terhadap orang maupun barang yang dilakukan secara bersama-sama. Khususnya yang melibatkan para anggota perguruan pencak silat di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga  Dinas PMD Bojonegoro Gelar Workshop Optimalisasi Aplikasi Siskeudes

“Oleh karenanya, Polda Jatim akan melakukan penindakan hukum secara tegas, termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Kabid Humas.

Selain itu, aparat penegak hukum baik Polres maupun Polda Jatim. Sudah berkali kali melakukan pertemuan dengan para pemimpin dari masing-masing pimpinan perguruan pencak silat. Namun nyatanya, sampai saat ini masih saja terjadi kekerasan dan pengerusakan di muka umum.

“Nanti kita akan panggil masing-masing pemimpinnya guna mempertanggung jawabkan perbuatan anggotanya,” imbuh Gatot.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto menyebut, harapannya kedepan kekerasan yang sudah terjadi tidak terulang kembali.

“Saya berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” tutup dia.(*)

Reporter: Eko

Foto: Kabid Humas didampingi Dirkrimum Polda Jatim dan anggota.

Loading...
Artikulli paraprakMasuk Produk Unggulan, Gurbernur Jatim Promosikan Buah Lokal Bojonegoro
Artikulli tjetërTNI AL Kebut Vaksinasi Maritim, Vaksinator AAL Sasar Ratusan Siswa SMP-SMA Sidoarjo di Hari Sumpah Pemuda

Tinggalkan Balasan