Lagi, Murid Pengajian Diduga Jadi Korban Pencabulan Gurunya

81
Ilustrasi

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Seorang guru ngaji di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) diwilayah Sukolilo Surabaya diduga melakukan pencabulan. Korbannya pelajar Sekolah Dasar (SD).

Orang tua korban berinisial UT menceritakan awal mula perbuatan bejat ustaz berinisial MU diketahui pada Minggu (22/8/2022) malam. Dirinya tak sengaja melihat ada pesan masuk di WhatsApp anaknya dengan nama samaran Anggun tersebut.

Gadis berusia 12 tahun itu ternyata mendapat pesan dadi guru ngajinya Ustaz MU.

“Saya bilang begini, dek itu ada WA dari Pak MU. Anggun bilang sudah ndak udah dibuka, Bu, ndak usah digubris,” jelas UT.

Keesokan harinya, UT melihat lagi notifikasi chat di ponsel anaknya yang ternyata dari MU. Dia lantas memberanikan diri membuka isi pesan tersebut.

“Isinya itu besok kalau pulang mengaji sepedamu sembunyikan biar seolah-olah kamu dikira sudah pulang sama teman-temanmu,” katanya menirukan isi pesan tersebut.

Ibu Anggun kaget setelah membaca isi pesan tersebut. Dia lalu memaksa anaknya untuk berkata jujur karena menilai chat itu tidak wajar.

Baca Juga  Upacara Peringatan Hardiknas, Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka

“Kamu ada bubungan apa sama Pak MU, dia enggak ngaku awalnya. Terus saya tanya lagi, WA ini enggak jelas, mesti ada apa-apa. Ayo ngaku, kalau enggak nanti saya hukum,” ucap UT kepada Anggun.

Melihat ibunya marah, Anggun akhirnya mau menceritakannya dengan syarat tidak diadukan ke ayahnya.

Kepada ibunya, korban menceritakan jika mendapat perlakuan tidak baik dari Ustaz MU. Dia dipaksa menuruti permintaan cabul gurunya tersebut sebanyak dua kali dalam ruang kelas usai mengaji

Loading...

Anggun juga bercerita kalau perbuatan gurunya itu bukan hanya dialami dia saja, tetapi temannya juga mengalami hal serupa.

Setelah melakukan perbuatan cabulnya, MU memberikan makanan hingga uang sebesar Rp 50 ribu kepada muridnya.

“Astagfirullahaladzim, sama siapa? Melati (nama samaran). Melati itu temannya mengaji,” lanjut UT.

UT yang tak percaya begitu saja dengan apa yang diceritakan anaknya mendatangi rumah Melati memastikan kebenaran hal tersebut. Di sana teman Anggun membenarkannya.

Baca Juga  Polisi Bekuk Pria Pengedar di Royal Residence Wiyung Surabaya

Melati justru mengalami pencabulan sebanyak enam kali oleh MU yang diketahui mengajar selama 16 tahun di TPQ tersebut.

“Saya dikasih uang Rp 50 ribu, ya, sama kayak Anggun itu,” ucap UT menirukan ucapan Melati.

UT bersama suaminya SM dan keluarga Melati bergegas ke TPQ meminta pertanggungjawaban dari MU. Saat itu, pelaku tak mengakui melakukan pencabulan terhadap para muridnya.

Orang tua korban yang merasa kesal dengan sikap pelaku akhirnya membuat laporan ke polisi pada Kamis (26/8) dengan Nomor LP/B/651/VIII/2021/SPKT/Polrestabes Surabaya.

Hingga saat ini, setelah empat bulan lebih, kasus pencabulan anak di bawah umur itu belum menemui titik terang juga belum ada perkembangannya.

Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Drefani Diah Yunita membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan tersebut.

“Ada laporan masuk dan saat ini kasus itu sudah dalam proses penyidikan oleh unit PPA,” kata Drefani, Rabu (12/1/2022).(*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakSD Al Muslim Kedatangan Tamu Wakil Bupati Sidoarjo Subandi
Artikulli tjetërGubernur Jatim Resmikan Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban

Tinggalkan Balasan