Kucurkan Anggaran Rp 84,8 Milyar, Bupati Gresik Minta APK Pilkada Ditertibkan

43
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Ketua KPUD Gresik Ahmad Roni saat rakor dan sosialiasi Peraturan KPU RI nomor 5 tahun 2020.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Pilkada Gresik yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, disebut-sebut menelan anggaran hingga Rp 84,8 milyar. Sebelum pelaksanaanya dimulai, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminta agar alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di tembok dan pohon untuk ditertibkan.

Pernyataan ini dilontarkan Sambari kepada pihak KPUD Gresik dan perwakilan parpol saat rapat koordinasi dan sosialisasi Peraturan KPU RI nomor 5 tahun 2020, pada Kamis (6/8/2020). Dengan harapan agar pemasangan APK tidak mengganggu keindahan kota Gresik.

“Jangan sampai gambar-gambar ditempel di tembok, pohon dan tempat-tempat lain, yang berpotensi mengganggu keindahan. Mari kita jaga bersama keindahan kota Gresik ini,” ujar Sambari, Kamis (6/8/2020).

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan kepada pihak KPUD dan perwakilan parpol agar tetap menjaga protokol kesehatan dalam pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada nanti.

Baca Juga  Hari Kedua Yustisi, Petugas Gabungan Sita Ratusan KTP

Dia pun menyebut, anggaran Pemkab Gresik yang dikucurkan untuk Pilkada kali ini mencapai Rp 84,8 miliar. Dana itu teralokasikan ke KPUD, Bawaslu Gresik dan lain-lain.

“Kami berharap Pilkada tahun ini bisa lebih sukses, kondusif dan stabilitas keamanan terjaga seperti tahun-tahun yang lalu. Dalam Pilkada ini memilih Bupati periode yang kesembilan,” pungkasnya.

Loading...

Sementara itu, Ketua KPUD Gresik Ahmad Roni mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati terutama dalam hal pendanaan yang sudah beres 100 persen. Atas dukungan itu, pihaknya menyatakan siap melaksanakan Pemilukada tahun 2020.

“Kami berharap pilkada kali ini bisa lebih sukses dari pilkada sebelumnya. kalau sebelumnya jumlah pemilihnya mencapai 70,1 persen. Semoga kali ini bisa melebihi itu. Mengingat negara Korea Selatan juga sukses melaksanakan Pemilu di masa pandemi covid,” katanya.

Terkait persiapan pilkada, pihak KPUD memperkirakan jumlah TPS di Gresik mencapai 2.264 dengan jumlah KPPS sekitar 19 ribu. Dan ada syarat khusus untuk menjadi anggota KPPS yakni harus menjalani rapid tes.

Baca Juga  Taman Bungkul Geger, Asyik 'Goes' Pria ini Tewas Usai Selfi

“Hasil rapid tes harus non reaktif. Selain itu, untuk protocol kesehatan yang lain, kami membatasi pendukung saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati yang kami agendakan pada 4 sampai 6 September 2020,” katanya.

Roni menambahkan agenda pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada 19 hingga 28 September. Lalu pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 9 hingga 16 Oktober.

Penyataan senada juga dilontarkan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dengan mengajak seluruh pimpinan parpol, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir untuk menjaga stabilitas pilkada agar aman, tertib dan lancar. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan