Kota Jember Hujan Abu Arang dari Kebakaran Hutan Gunung Ranti

107

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Hujan abu arang akibat terbakarnya vegetasi atau tumbuhan di hutan Gunung Ranti di Banyuwangi terjadi di kota Jember sejak hari Sabtu (19/10/2019) kemarin.

Abu arang pepohonan itu terbawa angin yang berhembus dari lokasi kebakaran menuju ke selatan hingga ke kota Jember hingga Minggu malam (20/10/2019).

Abu arang ini dikeluhkan oleh sejumlah warga Jember. Salah satunya Agung Ganong warga Kecamatan Kalisat yang berada di kawasan utara kota Jember.

Ganong mengatakan abu arang membuat lantai rumahnya selalu kotor. “Sudah berkali-kali disapu tetap saja kotor. Bersih sebentar kemudian kotor lagi oleh abu arang yang berwarna hitam ini mas,” katanya.

Awalnya Ganong tidak tahu jika abu berwarna hitam arang ini akibat hutan di Gunung Ranti terbakar. “Saya ditanya ibu saya apa hujan abu koq lantainya kotor berwarna hitam. Setelah saya cari informasi ternyata benar hujan abu Gunung Ranti,” lanjutnya.

Loading...
Baca Juga  Bupati Jember Usulkan UMK 2023 Ketua FSPMI: Perusahaan Seharusnya Bisa Membayar

Lain lagi dengan Hadi Mulyono warga Jalan PB Sudirman Jember. Dirinya baru menyadari adanya hujan abu saat mengendarai motor.

“Saya bolak-balik kelilipan Mas pas naik sepeda motor. Saya kira mata kelilipan apa ternyata kelilipan abu arang yang terbawa angin,” kata Hadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini tidak hanya Gunung Ranti yang terbakar. Api sejak Minggu siang telah merembet hingga kawasan Gunung Ijen. Kebakaran juga terjadi di kawasan lereng timur Gunung Argopuro tepatnya di daerah lokasi wisata Rembangan. Titik api sejak hari Sabtu malam hingga hari Minggu malam terlihat membara.

Beberapa warga sekitar sempat mengabadikan dengan ponsel mereka. Namun warga tidak ada yang berusaha memadamkan api karena lokasi kebakaran sulit dijangkau.

Baca Juga  7 Gengster Pembacok Satpam di Pakuwon City Dibekuk Polres Perak

“Sejak Sabtu malam itu terbakarnya. Lokasinya di hutan agak naik, sulit lokasinya,” kata Guntur saat dikonfirmasi.

Karena lokasinya sulit warga tidak berusaha memadamkan. “Semoga api segera padam. Karena warga tidak bisa berbuat apa-apa karena medannya sulit,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprak7 Warga di Banyuwangi Diduga Keracunan Jamu
Artikulli tjetërHujan Diprediksi Turun, Diharapkan Padamkan Kebakaran Hutan di Jember

Tinggalkan Balasan