Korban Investasi Viral Blast Global Belum Ada yang Melapor

217

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Sikap konsumen investasi trading yang telah menduduki Kantor Viral Blast Global Jl. Wiyung, Surabaya sejak beberapa hari terakhir, akhirnya para owner memberikan keterangan pengakuan aksi penipuan dan ucapan maaf atas aksi yang telah dilakukan.

Pengakuan tersebut, disampaikan melalui e-mail Smart Avatar (robot Trading Viral Blast) ke seluruh member, dan diposting oleh trader sekaligus praktisi pasar modal, Desmond Wira melalui cuitan di Twitter pada Senin (14/2/2022).

Salah satu owner Viral Blast, Putra Wibowo juga mengakui aksi investasi bodong tersebut, yang diposting oleh kanal YouTube milik Roy Shakti, pada hari yang sama.

Penipuan investasi Trading Viral Blas dengan nilai hampir Rp 530 milyar dengan korban mayoritas warga Surabaya masih jalan di tempat, dikarenakan para korban penipuan investasi Trading Viral Blast belum satu pun yang melaporkan ke pihak Kepolisian. Hal tersebut di utarakan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirza Maulana.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Bojonegoro Gelar Seminar Politik Bagi Pemilih Pemula

Pihaknya menyampaikan bahwa dengan adanya dugaan penipuan investasi Trading masih belum bisa diperiksa dan ditanggani.

“Untuk peristiwa tersebut hingga saat ini belum ada laporan korban yang masuk ke kami, karena pihak Kepolisian tidak bisa melalukan pemeriksaan bila tidak ada dasar laporan yang resmi,” ujar Mirza Maulana, Minggu (20/2/2022).

Loading...

Juga pihak Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mendesak masyarakat yang tertipu oleh investasi skema ponzi Viral Blast untuk segera melaporkan ke polisi, agar masalah segera diproses secara hukum.

“Kami mendorong masyarakat kita yang merasa dirugikan segera melapor ke polisi untuk proses hukum. Karena, terbukti mereka telah melakukan konspirasi untuk menciptakan suatu sarana investasi yang semu dan berpotensi merugikan masyarakat,” kata Tongam, Jumat (18/2/2022).

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

Satgas Investasi sudah menghentikan kegiatan yang terafiliasi oleh Viral Blast itu, yaitu Smart Avatar pada tahun lalu. Jadi kita sudah merespons dengan memblokir aplikasinya. Dengan pengakuan dari pelaku ini pengakuan dari pelaku ini menjadi pintu masuk untuk penegakan hukum.

Namun meski seperti itu Tongam menjelaskan lebih rinci, untuk proses hukum tentunya harus ada korban yang melapor kepada pihak berwajib. Sepanjang korban memiliki alat bukti, maka proses hukum akan dilakukan, meskipun hanya 1 orang yang melapor.

“Secara hukum, ini memang penipuan dan penggelapan. Dalam prosesnya memang perlu secara materil dibuktikan dengan laporan korban. Makanya para korban harus menyiapkan barang bukti/alat bukti yang cukup untuk laporan ke polisi. Satu orang saja (pelapor) sepanjang mereka memiliki bukti, bisa diproses hukum,” tutup Tongam.

Reporter : Yanto

Loading...
Artikulli paraprakKunjungan Kerja DPR RI ke Pabrik Gula KTM Lamongan
Artikulli tjetërMabok Celurit Beraksi, Pria di Surabaya Jadi Korban Pembacokan

Tinggalkan Balasan