Korban Investasi Bodong Capai Ratusan Milyar ‘Wadul’ ke Polrestabes Surabaya

2896
Korban penipuan investasi bodong

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) — Menjadi korban penipuan mencapai ratusan Milyar rupiah, belasan orang wadul dan mendatangi Polrestabes Surabaya, Jum’at (24/7/2020).

Dengan membawa sejumlah bukti-bukti adanya dugaan penipuan yakni berupa kwitansi pembelian robot untuk operasional transaksi dan bukti perjanjian.

Mereka membuat laporan ke SPKT Polrestabes Surabaya, melaporkan Fortune Cermerlang 33 atau FC 33, yang dikelola oleh Ferri Chan.

Menurut Yakub salah satu korban modus penipuan investasi bodong itu menggunakan teknologi robot sebagai software atau perangkat lunak untuk mengoperasionalkan transaksi perdagangan.

Yakub mengatakan, Ferri Chan ini terang-terangan menipu dengan FC 33 nya. Dirinya pribadi membeli robot Rp. 50 juta. Kemudian juga invest trading robotnya Rp. 31 juta

“Selama satu bulan uang saya di trading itu di acount itu Rp. 117 juta. Kemudian Chan telfon yang mengatakan jika robot akan diservice maka uang segera diambil,” ucap Yakub, Jum’at (24/7/2020).

Baca Juga  Apes, Dipergoki Wanita Korbannya Pria di Surabaya Diciduk

“Tapi dia bilang uangnya di titipkan trading Rp. 100 juta saja perbulan fee nya 10 persen. Itu tahun 2018 sampai sekarang saya tidak pernah terima sama sekali,” imbuhnya.

Merasa curiga dengan bisnis tersebut, Warga Jogjakarta, Jawa Tengah ini mencoba melakukan komunikasi, namun usaha yang di lakukan gagal, karena nomor handphone nya di blokir oleh Ferri.

Loading...

“Tuntutan saya dan lainnya uang kembali. Disini tertipu macam-macam, kalau saya Rp. 150 juta. Ada juga yang sampai Rp. 200 juta bahkan ada yang lebih dari itu,” tambah Yakob.

Sementara itu HS salah satu korban lainnya menyebut modus penipuan yang dilakukan Ferry Chan berjenjang. Mulai dengan menggelar pelatihan manual selama dua jam dengan membayar Rp. 10-12 juta. Namun secara teknik analisa forex tidak ada hasil.

Kemudian setelah itu kata HS member di garing ke Robot sebagai perangkat lunak transaksi, tidak seperti trading umumnya, sistem robot ini dikendalikan sendiri oleh pelaku dan jaringannya. Tidak sampai disitu member juga di giring ke investasi 10 persen dari situ member hanya dikasih satu hingga dua kali setelah itu tidak ada hasil sama sekali.

Baca Juga  Rekruitmen Atas Nama PT KAI Itu Palsu Alias HOAX

HS menambahkan, semua korban menanamkan investasi pada Januari 2017. Komunikasi dua arah sudah dilakukan namun semua tidak membawa hasil sehingga langkah hukum dilakukan.

Para korban ini tertarik karena iklan yang gencar dilakukan oleh FC 33. Tidak hanya di media sosial, pelaku juga pernah mengisi acara di TV lokal untuk meyakinkan.

Terpisah, Kanit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha membenarkan jika ada laporan terkait kasus itu dan sudah diterimanya.

“Sudah ada laporan dan petugas masih kumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan,” sebut Giadi. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaBelasan Orang Judi Online di Hotel dan Apartemen, Digrebek Polrestabes Surabaya
Berita berikutnyaMathari Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD Golkar Bangkalan

Tinggalkan Balasan