Komunitas di Banyuwangi Dilibatkan dalam Penegakan ‘Prokes’

71
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin saat mengukuhkan komunitas. (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Para komunitas di Banyuwangi, Jawa Timur mulai dibentuk untuk mengingatkan masyarakat agar mentaati protokol kesehatan (Prokes). Mereka adalah, penggiat sepeda, tukang ojek, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan satpam pertokoan di Bumi Blambangan

Mereka dikukuhkan sebagai Komunitas Peduli Penegak Disiplin covid-19 dalam rangka pendisiplinan penerapan adaptasi kebiasaan baru untuk mendukung percepatan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, di Mapolresta Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, komunitas penegak disiplin bermasker ini dibentuk untuk menyadarkan kembali masyarakat untuk pentingnya bermasker untuk mencegah penularan covid-19.

“Kita bentuk komunitas ini untuk kembali mengingatkan masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan. Komunitas ini akan melengkapi Kampung Tangguh Semeru dalam memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan,” katanya kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Dengan adanya komunitas kecil ini, lanjutnya, penetrasi untuk pemahaman protokol kesehatan lebih optimal. Mereka pun juga nantinya bertugas membagikan masker dan selalu mengingatkan kegiatan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas.

Baca Juga  5 Hari Pencarian, Pemancing di Banyuwangi Ditemukan Tewas Mengambang

“Misal ini juga ada komunitas sepeda, setiap kali melakukan perkumpulan mereka akan menjaga protokol kesehatan. Pokdarwis juga mengingatkan wisatawan untuk menggunakan masker atau menjaga jarak ketika di destinasi wisata,” jelasnya.

Loading...

Saat ini, kata Kapolresta, pihaknya terus melakukan razia bermasker. Tak hanya di kota, kegiatan juga dilakukan di masing-masing Polsek hingga Desa dan kelurahan. Sanksi tegas pun dilakukan seperti sanksi sosial hingga denda.

“Rutin kita gelar setiap hari. Kegiatan dilakukan di 25 Polsek jajaran. Tak hanya itu, Bhabinkamtibmas pun juga turun ke desa dan kelurahan. Sementara sanksi kita berikan sanksi sosial seperti membersihkan masjid dan selokan. Sanksi denda juga berlakukan saat kegiatan bersama,” tandasnya.

Baca Juga  Dipecat PDI Perjuangan, Yusuf Widyatmoko Tetap Cinta Bung Karno

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik dibentuknya komunitas Peduli Penegak Disiplin COVID-19. Ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 06 Tahun 2020, Perda Pemerintah Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 53 Tahun 2020, dalam upaya penertiban disiplin kepada masyarakat guna menerapkan protokol kesehatan secara massif dalam setiap aktifitas masyarakat.

“Semakin banyak yang terlibat akan semakin mengurangi resiko masyarakat tertular Covid-19. Tentunya kami berharap dibentuk lagi komunitas lain dalam memberikan pemahaman protokol kesehatan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini penyebaran Covid-19 di Banyuwangi semakin banyak. Untuk kasus positif Covid-19 berada pada angka 1.150 orang, pasien sembuh berjumlah 981 orang, meninggal dunia 56 orang, dan perawatan 215 orang.  (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan