Kompilasi Lagu Anak Karya Jinggakustik di-Launching

84
Penampilan Regita Pramesti, siswa kelas 6 SD di Royal Plaza Mal Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Enam penyanyi anak jebolan finalis ajang pencarian bakat sebuah stasiun televisi yang kini bergabung dengan Media Music Cinema (MMC) Jakarta, me-launching kompilasi lagu-lagu anak karya Jinggakustik di Royal Plaza Mall Surabaya, Jumat (4/12) malam.

Penampilan yang dikemas dalam sebuah drama musikal ini, cukup menjadi perhatian pengunjung mal di masa pandemi. Mereka di antaranya Regita Pramesti (Terimakasih Cinta), Kiana Meisy (Bukan Pura-Pura Cinta), Kayla Siregar (Jangan Pergi Dariku), Raisha Hanum (Setinggi Langit), Valina Nadiran (I Love You), dan Elvina Damara (Bidadariku).

Reza dari Jinggakustik mengatakan, penampilan anak-anak berbakat asal Surabaya ini menunjukkan jika Kota Pahlawan ini memiliki talenta-talenta bagus yang bisa bersaing di dunia industri musik tanah air.

Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

“Launching di Surabaya ini, kami ingin menunjukkan bahwa talenta-talenta yang dimilikki anak-anak Surabaya ini, sayang kalau tidak dikembangkan. Makanya kehadiran Media Music Cinema (MMC) ini menjembati mereka untuk berkarir ke depan,” ujar Reza di Surabaya.

Loading...

Lanjutnya, MMC yang berpusat di Jakarta ini memiliki berbagai bidang mulai dari prodution house (PH), advertising, music label sampai dengan event organizer (EO) memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk mengembangkan karirnya.

“Artinya, talen yang kami cari ini tidak hanya sebatas pada olah vokal. Tapi bisa dari sisi acting, catwalk dan lainnya. Kami ini ingin mencari talen-talen berbakat. Rencananya kita juga akan mengembangkan sayap dengan membuka sekolah Surabaya Artist School. Kalau di Jakarta ada JAS,” sambungnya.

Baca Juga  Bupati Anna Sambut Sandiaga Uno dengan Kuliner Khas Bojonegoro

Khusus di bidang yang ditangani, Reza juga ingin memberikan warna bagi lagu-lagu anak yang belakangan mulai tergerus dengan lagu-lagu yang cenderung mengarah pada lirik lagu-lagu orang dewasa.

“Kami ingin memulai project di tahun 2020 ini dengan kembali menawarkan lagu-lagu khusus anak. Terutama dengan membatasi liriknya. Kalaupun tentang cinta, tapi lebih universal. Cinta pada keluarga, alam dan lainnya. Namun kita kemas dengan aransemen berbeda agar bisa dinikmati anak maupun orang dewasa. Minimal kita punya perbendaharaan agar lagu anak tidak tergerus,” harap Reza. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakKomitmen Bupati Jember Soal Sampah Tidak Jelas
Artikulli tjetërPria Cemengkalan Sidoarjo Berulah di Kota Surabaya Nyaris Dihajar Warga

Tinggalkan Balasan