Komisi III DPR RI Minta Wakapolri Tidak Gegabah Libatkan ‘Jeger’ dalam Penanganan Covid

24
Ilustrasi

JAKARTA, (Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Didik Mukrianto merasa sangat prihatin dan menyayangkan langkah Wakapolri yang akan melibatkan ‘Jeger’ atau preman pasar dalam penanganan Covid-19.

Bukanya tanpa alasan, namun dirinya menilai hal tersebut justru dapat menimbulkan persoalan baru dan kontra produktif, apabila salah dalam mengambil kebijakan.

“Saya mengapresiasi semangat, komitmen dan langkah Wakapolri dalam merespon serta menangani penyebaran Covid-19 yang belum terkendali hingga saat ini, namun meligitimasi hadirnya “jeger/preman pasar” dalam tugas dan kewenangan institusional formal bisa memunculkan persoalan baru,” ungkapnya, Senin (14/09/2020).

Selanjutnya, pria yang menjabat Ketua DPP Partai Demokrat Departemen Hukum Dan Hukum HAM tersebut mengingatkan Wakapolri untuk menghitung ulang secara cermat dampak dan eksesnya, termasuk psikoligis eksesnya bagi masyarakat dan publik secara luas.

Baca Juga  Tak Kunjung Ditempati, Sentra IKM Butuh Dana Lagi

Pihaknya juga mengingatkan bahwa Wakapolri tidak perlu menakut-nakuti masyarakat dengan hadirnya kelompok informal apalagi “jeger atau preman”, untuk menekan atau membuat tidak nyaman masyarakat.

Loading...

“Pengetahuan publik selama ini, hadirnya jeger atau preman untuk beberapa kondisi dianggap sangat meresahkan dan mengganggu kamtibmas yang harus ditindak oleh Polisi, dengan anggapan adanya legitimasi yang akan diberikan oleh Wakapolri karena rencana pelibatan mereka dalam penanganan Covid-19, tentu akan dianggap juga pengakuan dan penguatan terhadap aktifitas para jeger atau preman ini,” tegasnya.

Disisi lain, Didik berharap kepada Wakapolri untuk tetap obyektif, rasional dan selalu terukur dalam mengambil langkah serta kebijakan untuk melayani dan mengayomi masyarakat. Wakapolri juga harus memahami dan menguasai peta penyebaran covid-19 yang sesungguhnya, mengupdate setiap perilaku dan psikologis masyarakat di saat pandemi, perilaku para aparat pemerintah, para pemimpin kita saat ini. Karena perilaku masyarakat akan sangat ditentukan oleh para perilaku para pemimpinnya.

Baca Juga  Pemuda Pancasila, Banser Hingga Kokam di Surabaya Tolak Anarkisme

“Dengan Kesiapan Polri dan SDM-nya yang cukup maju dan dapat diandalkan saat ini, saya berharap Wakapolri punya kepercayaan diri sekaligus yakin para aparat dibawahnya lebih dari mampu dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tidak perlu melibatkan, apalagi berpotensi meligitimasi eksistensi ‘jeger’ atau preman pasar,” pungkasnya. (*)

Reporter : Pradah

Loading...

Tinggalkan Balasan