DPD Partai Golkar Jatim
Adam Rusydi (kanan) bersama Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman,

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
Masih tingginya pasien positif corona di masa transisi new normal di Kabupaten Sidoarjo dibandingan saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) ke-3, menjadi sorotan anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi.

DPD Partai Golkar Jawa Timur
Adam Rusydi mendapatkan penjelasan saat sidak di Kantor BPBD Sidoarjo.

Untuk itu, ia mendukung penuh berbagai langkah yang dilakukan tiga pilar (TNI, Polri, dan Pemkab Sidoarjo) dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 yang setiap hari angkanya masih terbilang cukup tinggi.

“Terkait dengan penanganan Covid-19 untuk ke depan kami terus berkoordinasi untuk pemenuhan seperti alat-alat APD, hazmat, kesiapan ruang isolasi. Khusus untuk pelaksanaan Kampung Tangguh Semeru ini, nantinya coba inisiasi harus di back-up dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ujar Adam, Senin (15/6/2020).

Yang kedua, pihaknya ingin memastikan bahwa pos APBD Provinsi Jatim yang diperuntukkan Dinas Kabupaten/OPD tersalurkan dengan baik.

Baca Juga  Target Vaksin 10 Ribu Dosis di Surabaya dari AKABRI 96
Loading...

“Jangan sampai bantuan-bantuan itu tidak tepat sasaran. Makanya, dengan kehadiran Kampung Tangguh Semeru sangat memberikan edukasi kepada masyarakat,” bebernya.

Di sisi lain, ia sangat menyayangkan masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Kondisi masyarakat yang tidak tertib dan tidak menjaga jarak (physical distancing) akan memicu penularan Covid-19.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang rata-rata per hari ada 30 pasien positif diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman, saat menghadiri sidak Komisi E DPRD Jatim di Kantor BPBD Sidoarjo, Jalan Sultan Agung, Senin (15/6/ 2020).

“Selama masa transisi ke new normal, kita mendapatkan laporan ada sebanyak 195 tambahan pasien covid-19, selama sepekan ini. Jadi rata-rata 30 pasien comfirm positif,” ujar Kadis Kesehatan Sidoarjo.

Baca Juga  Polisi Tangkap Lagi Pria Ditempat Andok Pinggir Kali

Jadi bisa dikatakan, di masa transisi normal ini jumlah pasien Covid-19 lebih tinggi jika dibandingkan saat masa PSBB ke 3 yang hanya 27 orang per hari.
Sementara jika dibandingkan PSBB ke-2, per hari pasien positif corona 34 orang paling
tinggi.

“Yang dilakukan di era transisi ini memang banyak dihasilkan hasil swab, tidak menutup kemungkinan grafik naik terus. Tapi harapan saya setelah grafik naik mulai turun. Akibat dari hasil swab meningkat,” pungkas Syaf.

Sekadar diketahui, pasien sembuh lebih banyak jika dibandingkan dengan pasien meninggal. Perbandinganya, pasien sembuh 123, dan yang meninggal 63 orang. (*)

Reporter: Boy
Editor : Okin Dzulhilmy

Loading...
Berita sebelumyaGolkar dan NU Jatim Perkuat Barisan untuk Pancasila dan NKRI
Berita berikutnyaPuluhan Pistol Rakitan Diserahkan Warga ke Polres Mesuji Lampung

Tinggalkan Balasan