Komisi D Minta Wahana Air di Kenjeran Dievaluasi

56
Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.
Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA (KABARJAWATIMUR.COM) Komisi D DPRD Surabaya meminta agar wanaha air di kawasan Kenjeran dilakukan evaluasi. Hal ini menyusul insiden di kawasan wisata air Water Park Kenjeran, yang sempat ambrol dan membuat pengunjung menjadi korban.

Komisi D DPRD Surabaya sudah memanggil pihak terkait pada Senin (9/5). Dewan ingin mendapatkan penjelasan detail terkait insiden tersebut. Dalam hearing iti sayangnya pihak owner dan general manager PT Bangun Citra Wisata selaku pengelola Kenjeran Park hanua diwakili staf manajemen.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyayangkan pengelola wahana wisata air itu lantaran tidak memastikan kelayakan perosotan sebelum digunakan wisatawan.

“Jika perawatan sudah lama dilakukan di  2019, namun setelah itu tidak dilakukan perbaikan lagi. Padahal, sudah tahu jika libur Lebaran tahun ini banyak wisatawan yang berkunjung,” kata Khusnul Khatimah, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga  Diduga Pungli Atribut Pelantikan Kades, Komisi I DPRD Gresik Panggil Dinas PMD

Dikatakan, perosotan tersebut sudah ada sejak 1994, dan seharusnya sudah menjadi perhatian khusus dari pengelola Waterpark Kenjeran. Petugas yang berada di lokasi wahana wisata air tersebut juga dinilai sangat minim. “Kalau petugasnya cukup, ketika ada trouble bisa segera diatasi,” terangnya.

Politisi PDIP ini meminta Pemkot Surabaya untuk mengevaluasi wahana air tersebut. Agar tidak terulang insiden yang membahayakan nyawa wisatawan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menambahkan, pihaknya menyayangkan prosedur operasi standar (SOP) yang tidak dijalankan. Untuk itu Pemkot  perlu melakukan tindakan tegas.

Loading...

“Kita melihat kelalaian. Sebab, pihak pengelola tidak bisa memastikan overkapasitas,” katanya.

Ia juga meminta pengelola untuk bertanggung jawab terhadap 17 korban itu. Selain memberikan asuransi, santunan juga harus diberikan.

Sementara itu, staf Manajemen Operasional PT Bangun Citra Wisata Subandi  mengatakan bahwa perawatan perosotan tersebut terakhir dilakukan tahun 2019.

Baca Juga  Lamongan Bersinergi, Wujudkan Capaian Desa Mandiri

“Sudah pernah dilakukan perawatan tahun 2019. Dibawa ke Tulungagung. Terus kami juga lakukan pengecekan rutin. Ketika itu dinyatakan aman,” ujar Subandi.

Mengenai sumber daya manusia (SDM), dikatakan ketika kejadian tersebut petugas yang berjaga ada 10 orang. Tujuh orang ada di bawah dan tiga orang di atas. .

Pihaknya juga akan terus memperhatikan nasib korban dengan memberikan santunan. Manajemen juga akan berkoordinasi dengan pihak asuransi agar santunan yang diberikan jelas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Wiwiek Widyati mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi di lapangan. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi evaluasi terhadap manajemen Waterpark Kenjeran.

“Kami akan sampaikan ke kementerian terkait izin dan sebagainya,” kata Wiwiek Widyati.

Reporter: Miko

 

Loading...
Artikulli paraprakPuncak Arus Balik lewat KAI Capai 16.273 Penumpang
Artikulli tjetërPria ini Mencoba Perkosa dan Mencuri Harta Benda Milik Janda

Tinggalkan Balasan