Komisi D Minta Tak Tergesa-gesa Terapkan PTM

113
Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.
Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen kini sudah diterapkan di sekolah seluruh Kota Surabaya. Untuk tetap melindungi para siswa, Komisi D DPRD Kota Surabaya berharap agar prokes tetap diperhatikan.

Pihak Komisi D meminta agar penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pahlawan dimatangkan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, mengatakan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 63 Tahun 2021, saat ini Kota Surabaya menerapkan PPKM Level 1. Artinya PTM 100 persen sudah diperbolehkan.

“Meski diperbolehkan, jangan tergesa-gesa untuk menerapkan PTM 100 persen. Semua harus dimatangkan. rencananya kami akan rapat bersama dengan dinas pendidikan dan jajaran terkait membahas PTM 100 persen,” kata Khusnun Khotimah, Rabu (5/1/2022).

Loading...
Baca Juga  Desa Sidomulyo Raih Predikat Desa Terbaik Se-Jatim

Jika hasil rapat semua persiapan sudah matang, pihaknya mendukung aru PTM 100 persen bisa diselenggarakan.  Politisi PDIP ini berpedoman pada pada SKB 4 menteri, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/667/2021, Nomor 443-5847 tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, maka Kota Surabaya sudah bisa melaksanakan PTM karena vaksinasi sudah mencapai 100 persen.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya bidang pendidikan, Tjujuk Supariono menambahkan pihaknya meminta pelaksanaan PTM 100 persen dibarengi dengan adanya fasilitas PeduliLindungi.

“Fasilitas PeduliLindungi itu sebagai langkah kontrol atas kapasitas yang ada di sekolah. Kita kan juga ingin cek kapasitas murid di dalam,” kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya ini.

Baca Juga  Road Show Hakordia 2022, KPK Ajak Pejabat Jatim Penguatan Komitnen Anti Korupsi

Penerapan PTM memang saat ini ada yang setuju dan ada yang tidak.Mengingat orang tua masih ada kekhawatiran masih adanya virus Covid-19. Untuk itu, , scan QR Code diperlukan termasuk penerapan prokes dan pemakaian masker.

Pihaknya mengusulkan agar scan Qr Code perlu disebar agar di lingkungan sekolah.  Hal itu untuk menghindari kerumunan pelajar saat akan melakukan pemindaian.

Reporter: Boy R

Editor: Rizky

 

Loading...
Artikulli paraprakEffective Marriage Ideas – Learning to make Your Marriage Last
Artikulli tjetërBegal Rampas Motor Dibekuk Polisi, Pelakunya Dua Orang

Tinggalkan Balasan